Monev Bersama KPK, Bupati Adnan: Gowa Susun 6 Rencana Aksi

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan saat berbincamg dengan Deputi Pencegahan Korupsi KPK Hery Nurudin saat Monev KPK terkait implementasi pemberantasan korupsi terintegrasi dan konsolidasi eksekutif-legislatif, di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Jumat (15/12/2017). | POJOKSULSEL - MUH FADLY

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan saat berbincamg dengan Deputi Pencegahan Korupsi KPK Hery Nurudin saat Monev KPK terkait implementasi pemberantasan korupsi terintegrasi dan konsolidasi eksekutif-legislatif, di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Jumat (15/12/2017). | POJOKSULSEL - MUH FADLY

POJOKSULSEL.com, GOWA – Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan menyambut baik kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait implementasi pemberantasan korupsi terintegrasi dan konsolidasi eksekutif-legislatif, di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Jumat (15/12/2017).

“Sebagai wujud implementasi pemberantasan korupsi perlu diadakan evaluasi dan monitoring seperti ini,” kata Bupati Adnan.

Bupati Adnan mengatakan, percepatan pemberantasan korupsi telah mendorong setiap daerah untuk menyusun rencana aksi daerah, sebagai pedoman penyearah implementasi komitmen pemerintah daerah dalam menanggulangi korupsi.

Implementasi rencana aksi pemberantasan korupsi terintegrasi di Gowa untuk 2017-2018, diarahkan pada 6 bidang yakni perencanaan dan penganggaran keuangan, pelayanan terpadu satu pintu.

Kemudian, pengadaan barang dan jasa, penerapan tunjangan perbaikan penghasilan, kepatuhan LHKPN dan pengendalian gratifikasi, dan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi.

Bupati Adnan menyebutkan, peningkatan efektivitas pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah, pembinaan aparatur, dan penanganan pengaduan masyarakat diharapkan dapat memperbaiki kinerja perangkat daerah.

Menurutnya, kinerja yang baik akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kesungguhan dan komitmen Pemerintah Kabupaten Gowa dalam memberantas korupsi, serta memperjelas langkah-langkah pemerintah daerah terhadap komitmen pemberantasan korupsi.

Sementara Deputi Pencegahan Korupsi KPK, Hery Nurudin mengatakan, monev implementasi pemberantasan korupsi terintegrasi dan konsolidasi eksekutif-legislatif bertujuan agar tercipta sinergitas dalam pembangunan daerah antara pihak legislatif dan eksekutif. Sehingga tercipta keharmonisan, dan saling mendukung dalam membangun Kabupaten Gowa.

“Mengenai pelayanan publik semua belanja modal harus sesuai dengan ketentuan ULP dan harus mendapatkan vendor yang lebih baik,” kata Hery.

Koordinator Supervisi Pencegahan Korupsi KPK Provinsi Sulawesi Selatan, Dwi Aprilia Linda menjelaskan, ada 5 titik rawan dalam pemerintahan yang harus diwaspadai yakni, titik rawan perizinan, pelayanan publik, perancangan APBD, pengadaan barang dan jasa, serta management SDM.

“Semua titik rawan ini perlu diwaspadai, sebab sudah banyak kasus yang terkuak,” katanya.

Monev ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Gowa, H Abd Rauf Malaganni, Ketua DPRD Gowa, H Anzar Zaenal Bate beserta anggota DPRD Gowa dan para pimpinan SKPD lingkup Pemkab Gowa.

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds

Appi-Cicu Rancang Program Pro Rakyat

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Bakal Calon Wali Kota Makassar, Andi Rachmatika Dewi mendapat sambutan hangat dari warga dibeberapa wilayah di Kecamatan …
Menko Polhukam Wiranto. IST

Wiranto Sebut Kini Hanura Ada Dua Kubu

POJOKSULSEL. com – Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto mengaku kaget dengan realitas yang terjadi di internal partai yang dirintisnya pada 2006 silam. …