200 Sak Pupuk Ilegal dari Barru Ditangkap di Pangkep, 2 Orang Diamankan

Polisi memperlihatkan pupuk ilegal yang ditangkap anggota Polsek Segeri. | POJOKSULSEL - TAJUDDIN MUSTAMING

Polisi memperlihatkan pupuk ilegal yang ditangkap anggota Polsek Segeri. | POJOKSULSEL - TAJUDDIN MUSTAMING

POJOKSULSEL.com, PANGKEP – Sebanyak 200 sak pupuk jenis SP 36 disita pihak anggota Polsek Segeri, Jumat (15/12/2017). Pupuk yang diduga ilegal itu siamankan di Kelurahan Bontomatene, Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Polisi yang menerima laporan dari warga Bergerak cepat melakukan pemeriksaan terhadap pupuk bersubsidi yang diduga ilegal tersebut.

Kapolres Pangkep AKBP Bambang Wijanarko mengatakan, pupuk tersebut tidak memiliki dokumen resmi.

“Pupuk ini berasal dari Kabupaten Barru yang di masukkan ke Pangkep melalui dua orang yang memiliki peran masing-masing,” jelasnya.

Dua orang di amankan dalam kasus ini, masing-masing Jamaluddin selaku penadah dan pengedar dan Bahrun yang bertugas mengambil pupuk di Kabupaten Barru.

Sementara itu, Kapolsek Segeri Iptu Agus Mulyanto mengatakan, pemilik pupuk telah melanggar karena tidak memiliki dokumen DO sesuai dengan aturan dan mengambil pupuk di daerah lain, bukan di daerah sendiri.

“Tidak ada dokumen jelas, tidak melalui proses penyaluran pupuk subsidi yang benar. Kasus ini akan segera kita limpahkan ke Polres Pangkep,” katanya.

Agus mengatakan, pelaku tidak mampu menunjukkan dokumen resmi atas kepemilikan pupuk subsidi serta adanya laporan sejumlah warga atas kelangkaan pupuk di wilayah segeri.

Dua orang pelaku saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka begitu juga satu kendaraan jenis Mitsubishi telah di sita pihak kepolisian.

Pelaku akan dijerat UU Undang-Undang RI No. 12 Tahun 1992 15/M-DAG/PER/4/2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian.

(tajuddin mustaming/pojoksulsel)



loading...

Feeds