2017, Polairud Ungkap 19 Kasus Illegal Fishing di Sulsel

Direktur Polair Polda Sulsel Kombes Pol Purwoko Yudianto memperlihatkan barang bukti dari pelaku bom ikan di perairan Pangkep. | DOK. POJOKSULSEL

Direktur Polair Polda Sulsel Kombes Pol Purwoko Yudianto memperlihatkan barang bukti dari pelaku bom ikan di perairan Pangkep. | DOK. POJOKSULSEL

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Polda Sulsel menangani 19 kasus Illegal fishing dan pengeboman ikan di perairan Sulsel.

dari 19 kasus illegal fishing tersebut, 16 di antaranya telah dilimpahkan kepada kejaksaan. Sementara 3 kasus lainnya masih sidik.

Dir Polairud Polda Sulsel Kombes Pol Purwoko Yudianto mengatakan, 16 kasus yang telah dilimpahkan ke Kejaksaan tersebut berasal dari berbagai daerah di Sulsel.

Dari data yang diperoleh www.pojoksulsel.com, terdapat beberapa lokasi penangkapan ilegal fishing dan pengeboman ikan di Sulsel yakni di perairan Takapangampi Kabupaten Sinjai, perairan pulau Lajukkang Kota Makassar, perairan Pulau Barang Lompo Kota Makassar.

Selanjutnya, perairan Pulau Kapoposan Pangkep, perairan Bajoe Kabupaten Bone perairan Pulau Rajuni Kabupaten Kepulauan Selayar, Perairan Manukan Pangkep, dan di perairan Takabone Baku Makassar.

“Semua sudah kami limpahkan kecuali 3 kasus karena baru kami tangkap 11 Desember lalu,” kata Kombes Purwoko.

Kombes Purwoko menyebutkan, sejauh ini para pelaku Illegal fishing dan oengeboman ikan mengakui bahwa bahan baku perakitan bom ikan diseludupkan dari Malaysia.

“Penyelundupannya lewat Kalimantan Barat, kemudian masuk ke Sulsel,” kata Purwoko.

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds