Gubernur SYL Optimistis Pilkada Serentak Tak Berdampak pada Sektor Ekonomi

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo saat diskusi akhir tahun Fajar Group di Pena Hall, lantai 1 Graha Pena, Senin (11/12/2017).

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo saat diskusi akhir tahun Fajar Group di Pena Hall, lantai 1 Graha Pena, Senin (11/12/2017).

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (SYL) optimistis pertumbuhan ekonomi Sulsel tahun 2018, tidak akan dipengaruhi oleh suhu Pilkada serentak.

Karena itu, SYL meminta masyarakat untuk tidak perlu cemas dan khawatir menghadapi kondisi ekonomi dan politik di tahun 2018. Jaminan itu diberikan SYL melihat kondisi yang ada selama delapan tahun terakhir mendukung stabilisasi di daerah ini.

“Pertumbuhan ekonomi Sulsel selama delapan tahun terakhir tidak pernah di bawah tujuh persen. Kalau begitu, ekonomi di tahun 2018 ditentukan seperti apa stabilitas yang ada selama ini. Kalau begitu tidak perlu ada kekhawatiran karena kita sudah memiliki modal dasar,” kata Syahrul YL pada diskusi akhir tahun FAJAR Group di Pena Hall, lantai 1 Graha Pena, Senin (11/12/2017).

Kondisi ekonomi dan politik stabil ini juga ditunjang oleh kondisi keamanan yang tercipta di Sulsel. SYL melanjutkan, pertumbuhan ekonomi Sulsel ini juga ditunjang kondusifnya keamanan di Sulsel.

Dia menyebutkan, Pemerintah Provinsi Sulsel juga sangat berkomitmen menciptakan pemerintahan berjalan dengan baik. Kegiatan politik pun yang berjalan tahun depan diharapkan tidak menganggu perekonomian Sulsel.

“Politik jalan tetapi tidak menganggu perekomian kita,” harap SYL.

Sementara terkait investasi di tahun 2018, SYL memaparkan, pertumbuhan ekonomi Sulsel tahun 2011 sebesar 7,65 persen sedangkan nasional 6,49 persen, di tahun 2016, Sulsel 7,41 persen sedangkan Indonesia sebesar 5,02 persen.

ekonomi, outlook 2018, diskusi akhir tahun 2018, ekonomi sulsel, ekonomi sulsel 2018, adv pemprov sulsel, pemprov sulsel, gubernur sulsel, syahrul yasin limpo, syl

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo saat diskusi akhir tahun Fajar Group di Pena Hall, lantai 1 Graha Pena, Senin (11/12/2017).

Untuk realisasi Penanam Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan total Rp9,20 triliun. Dia juga menjelaskan perkembangan perizinan dan non perizinan empat tahun terkahir, di triwulan ketiga tahun 2017 sebanyak 20.081 izin.

Sektor yang mendominasi, untuk PMDN yaitu, sektor listrik, gas dan air, pengolahan makanan, perumahan, kawasan industri dan perkantoran. Untuk PMA yaitu listrik, gas dan air, pengolahan makanan serta pertambangan.

Sedangkan outlook (harapan atau ramalan) tahun 2018, memperkuat posisi Sulsel sebagai pusat pelayanan KTI. Memperkuat posisi Sulsel sebagai main hub (penghubung utama) perhubungan udara dan tol laut. Mendorong perkembangan industri pada sektor agroindustri.

Untuk target invetasi di RPJMD tahun 2018 yakni Rp10 triliun. Pertumbuhan ekonomi diprediksi di level 7,5 persen.

Sedangkan outlook Sulsel di tahun 2018 di bidang politik yaitu, mengharapkan pemilihan kepala daerah yang aman dan tertib. Mendorong semua pihak agar proses politik dan investasi berjalan sesuai dengan koridor masing-masing.

(rilis/pojoksulsel)



loading...

Feeds