POJOK JUMAT: Peran Orang Tua dalam Pembinaan Anak

Khatib Jumat Masjid Jami' Al Ittihad Toddopuli VII Makassar, Ustad Abd Rahman, Jumat (8/12/2017). POJOKSULSEL/MUH FADLY

Khatib Jumat Masjid Jami' Al Ittihad Toddopuli VII Makassar, Ustad Abd Rahman, Jumat (8/12/2017). POJOKSULSEL/MUH FADLY

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Tindak pidana kejahatan seperti jambret, perampokan, pembunuhan, bahkan pemerkosaan yang melibatkan anak-anak semakin marak terjadi beberapa tahun terakhir ini.

Seiring dengan itu, pemerintah terus berupaya melakukan perlindungan terhadap anak, mulai konvensi hak-hak anak dan menaikkan statusnya menjadi UU 23/2002 tentang perlindungan anak. Kemudian UU 35/2014 terkait pemberatan hukuman bagi pelaku kejahatan.

“Tetapi upaya maksimal pemerintah belum dapat meminimalisir angka kejahata gang melibatkan anak. Bahkan aturan oti sudah 12 tahun diterapkan,” kata Khatib Jumat Masjid Jami’ Al Ittihad Toddopuli VII Makassar, Ustad Abd Rahman, Jumat (8/12/2017).

Abd Rahman mengatakan, tindakan kriminalitas yang terjadi saat ini, sudah tidak lagi memandang waktu dan tempat. Bahkan, sering terjadi tindakan kejahatan terjadi di tempat keramaian pada pagi hari.

Meningkatnya kejahatan yang melibatkan anak sangat dipengaruhi oleh pola pendidikan oleh orang tua dalam lingkungan keluarga.

Ustad Abd Rahman mengatakan, pendidikan anak menjadi tanggungjawab orang tua. Sebagaimana sabda Rasulullah bahwa semua anak yang dilahirkan ke dunia dalam keadaan fitrah atau suci. Maka pendidikan orang tualah yang membentuk karakter dan kepribadian anak.

“Tidak anak yang bercita-cita untuk menjadi pelaku kejahatan. Para anak tentu ingin punya masa depan yang baik,” kata Ustad Abd Rahman.

Ustad Abd Rahman mengatakan, orang tua merupakan teman berdiskusi bagi anak, juga berfungsi menjadi pengayom dan pelindung anak.

Hanya saja, kadang-kadang para orang tua terlalu sibuk dengan aktivitasnya, sehingga lalai memperhatikan anaknya. Anak-anak yang tidak mendapatkan perhatian dalam rumah, akan mencari pergaulan di luar rumah.

“Maka dari situ berawal terjadinya tindak kejahatan. Terkadang rumah bukanlah tempat yang aman dan nyaman bagi anak, tetapi rumah terkadang menjadi neraka bagi anak,” tegas Ustad Abd Latif.

Karena itu, lanjut Abd Latif, para orang tua harus mengedepankan pola pendidikan anak yang dicontohkan Rasulullah. Agama mengajarkan dalam pendidikan terhadap anak yakni menanamkan nila agama sejak masih kecil.

“Ketika berangkat berjamaah maka ajak anak-anak ikut berjamaah,” kata Ustad Abd Rahman.

Selanjutnya, agama mengajarkan agar menanamkan sikap-sikap kejujuran dan sifat keadilan maupun persuadaraan.

Begitu juga dengan memberikan bekal ilmu pengetahuan dan keterampilan, karena mereka akan hidup di satu zaman yang akan amat berbeda dengan zaman kita sekarang.

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds