Pinisi Jadi Warisan Dunia, Agus AN: Bukti Sejarah Kemaritiman Bugis-Makassar Hebat

Wagub Sulsel Agus Arifin Nu'mang

Wagub Sulsel Agus Arifin Nu'mang

POJOKSULSEL com, MAKASSAR – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Nu’mang mengaku bangga atas penetapan Pinisi oleh United Nations Education, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menjadi warisan budaya tak benda dunia.

Pinisi diputuskan sebagai warisan dunia, dalam sidang ke-12 Komite Warisan Budaya Tak Benda UNESCO yang digelar di Pulau Jeju, Korea Selatan, kemarin. Dengan demikian kata Agus, Sulsel dengan ikon pinisinya makin diperhitungkan di mata dunia.

“Dengan diakuinya Pinisi sebagai warisan dunia. Itu menjadi bukti, bahwa orang Bugis-Makassar punya sejarah kemaritiman yang hebat. Dan itu memang wajib terus dilestarikan,” kata Wagub Agus AN, Jumat (8/12/2017).

Pinisi menjadi lambang dari tekhnik perkapalan tradisional negara Kepulauan. Pinisi adalah bagian dari sejarah dan adat istiadat masyarakat Sulawesi Selatan khususnya di Kabupaten Bulukumna dan wilayah Nusantara pada umumnya.

Dengan ditetapkannya pinisi sebagai warisan dunia, kata Agus AN, maka dari delapan elemen budaya Indonesia yang diakui UNESCO, Pinisi menjadi yang kedua setelah naskah epik I Lagaligo (2011) dari Sulawesi Selatan.

Wagub Agus AN mengatakan, Pinisi sebagai warisan leluhur masyarakat Sulsel, terkhusus di Kabupaten Bulukumba sudah dikenal hingga mancanegara. Sentra pembuatan Kapal Pinisi di Bulukumba banyak menerima pesanan dari luar negeri.

Agus AN berharap, penetapan Pinisi sebagai warisan dunia tak benda dapat menjadi momen bagi industri perkapalan di Sulsel bisa kembali berjaya.

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds