Nurdin Abdullah Raih Bung Hatta Anti Corruption Award 2017

Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah

Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah

POJOKSULSEL.com, JAKARTA – Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah meraih penghargaan Bung Hatta Anti Corruption Award (BHACA) 2017 sebagai tokoh antikorupsi dalam kategori pemerintah daerah. Penghargaan Bung Hatta Anti Corruption Award ini akan diterima Nurdin Abdullah dalam Malam Anugerah BHACA 2017, Kamis (14/12/2017) mendatang di Jakarta.

Betti Alisjahbana selaku anggota Dewan Juri BHACA 2017 mengatakan, “Nurdin Abdullah mempunyai komitmen yang sangat tinggi dalam membangun pemerintahan daerah yang bersih dari korupsi dan maju.

Selama kepemimpinannya, perekonomian Bantaeng tumbuh pesat, pendapatan per kapita warga meningkat tajam, serta angka pengangguran turun drastis. Betti menjelaskan, Berbagai perbaikan pelayanan publik dan pertumbuhan ekonomi di Bantaeng terjadi berkat berbagai terobosan dan inovasi yang dilakukan Nurdin sejak awal menjabat.

Sebelum Nurdin menjabat sebagai Bupati Bantaeng pada tahun 2008, Bantaeng termasuk salah satu dari 199 daerah tertinggal di Indonesia dan sekarang sudah tidak lagi. Perekonomian Kabupaten Bantaeng kini tumbuh dari 5,37 persen di tahun 2008 menjadi 7,23 di tahun 2016, pendapatan perkapita warga naik dari Rp. 5,5 juta (2008) menjadi Rp. 34,6 (2016), menurunkan angka pengangguran cukup signifikan dari 12,21 persen (2008) menjadi 3,83 persen (2016).

Tahun ini, Dewan Juri telah menentukan tidak saja seorang kepala daerah tetapi juga seorang aparatur sipil negara sebagai penerima Bung Hatta Anti-Corruption Award. Tantangan yang dihadapi masing-masing untuk mempertahankan integritas pribadi serta membangun sistem tata kelola yang baik di lingkungan mereka, walaupun dalam skala berbeda, tetap sama beratnya.

“Bagaimanapun juga perubahan besar yang dicita-citakan harus diawali dengan langkah nyata pertama dan berawal dari diri sendiri. Semoga mereka bisa terus jadi panutan dan sistem yang mereka bangun menjadi landasan kokoh untuk selangkah demi selangkah membangun Indonesia yang bersih.” ungkap Betti.

Selain Nurdin, Dewan Juri BHACA 2017 yang terdiri dari Betti Alisjahbana, Bivitri Susanti, Endy M. Bayuni, Paulus Agung Pambudhi, dan Zainal A. Muchtar juga memutuskan memberikan anugerah BHACA 2017 kepada Heru Pambudi Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan RI.

Perkumpulan Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) secara konsisten memberikan penghargaan kepada pribadi-pribadi yang terus berusaha menumbuh-kembangkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan bertanggungjawab, serta menjadi inspirator bagi terbangunnya upaya pemberantasan korupsi di lingkungannya.

Sejak tahun 2003, Perkumpulan BHACA sudah memberikan anugerah kepada 15 individu, dan di tahun 2017 ini merupakan penganugerahan yang ke tujuh kali, dan anugerah diberikan kepada dua individu berintegritas dan dinilai berhasil melakukan inovasi dalam sektor pelayanan publik dan birokrasi pemerintah.

(mr/pojoksulsel)



loading...

Feeds