Aduh… Pengurus Masjid Larang Anak-anak ke Masjid

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSULSEL.com – Peraturan takmir Masjid Babbusalam di Perumahan Banjarsari Permai, Desa Banjarsari, Kecamatan Manyar yang melarang anak belum khitan masuk masjid diprotes warga setempat.

Protes ini ditanggapi pengurus dengan mencabut larangan tersebut.

Protes bermula saat sejumlah warga hendak salat di masjid perumahan. Di kaca masjid tertempel aturan yang salahsatunya melarang anak belum khitan masuk ke masjid. Tidak dijelaskan kenapa anak belum khitan dilarang masuk, namun aturan ini membuat warga berang.

Menurut Sahri, salahsatu warga, melarang anak masuk masjid sama juga melarang hak warga beribadah. Apalagi mendidik anak untuk salat harus dimulai dari dini. “Kalau memang anak kecil mengganggu saat beribadah kan bisa ditegur secara lisan,” terang Sahri.

Dikatakan, sudah tiga hari aturan tersebut ditempel di kaca masjid. Tidak hanya di masjid, di lingkungan perumahan juga ditempelkan aturan itu. “Padahal itu masjid itu fasilitas umum,” ujarnya.

Dia menambahkan, peraturan tersebut sangat kontradiktif. Sebab, anak-anak perumahan cukup rajin salat dan mengaji di masjid. “Saat adzan berkumandang anak-anak kami, berpikir jika sudah dikhitan saja yang boleh masuk masjid,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan warga lainnya. Menurutnya, jika selebaran ini dibuat oleh orang yang tidak bertanggung jawab. “Hanya tulisan peraturan saja, seharusnya dibawahnya kan ada siapa yang buat,” katanya.

Protes warga kemudian ditindaklanjuti dengan mendatangi masjid. Sekitar 10 orang warga berniat menemui takmir masjid. Namun karena pengurus dan takmir tidak ada, selebaran yang tertempel di masjid dicabut.

“Kami akan berdialog dengan pengurus masjid agar tidak membuat aturan seperti itu. Karena pengurus tidak ada, kami berencana berdialog hari Minggu mendatang,” terang dia. (JPR/pojoksulsel)



loading...

Feeds