Murid SD Jadi Korban Asusila di Makassar, Simak Nih Pesan Komnas Perempuan

pojoksulsel - ilustrasi pencabulan anak

pojoksulsel - ilustrasi pencabulan anak

POJOKSULSEL.com – Komisi Nasional (Komnas) Perempuan menyesalkan terjadinya kasus kekerasan seksual terhadap anak (pelajar) yang dilakukan oknum kepala sekolah di Makassar. Karenanya, Komisioner Komnas Perempuan Indriyati Suparno berharap agar para korban untuk tidak tinggal diam atau dengan kata lain melawan menjadi korban.

Indriyati memberikan pandangannya bahwa kekerasan seksual pada anak adalah hal yang serius. Tetapi dirinya meyakinkan masih ada harapan untuk anak-anak tidak menjadi korban lagi di kemudian hari.

Pertama, Komnas Perempuan melihat semua hal dapat dipermudah dalam era digitalisasi. Sehingga seharusnya hal ini dapat dimanfaatkan untuk mengakses informasi sebanyak mungkin tentang kekerasan pada perempuan.

“Karena kita sekarang dapat mengetahui bagaimana mengenali kerentanan kita menjadi korban kekerasan, bagaimana mencegahnya dan bagaimana bersikap ketika itu kita alami,” terang Indriyati saat dihubungi Jawapos.com Rabu (6/12).

Komnas Perempuan berpandangan jika semua orang dapat memahami informasi dengan baik dan berani bersuara. Para korban akan segera mendapatkan pertolongan sehingga tidak akan terjadi pengulangan terhadap dirinya ataupun orang lain.

Hal sebaliknya bahkan yang banyak terjadi yaitu langkah diam. Hal ini dinilai berbahaya oleh Komnas Perempuan karena dapat membuat pelaku tidak jera, “Itu menjadi membuat pelaku merasa aman dan memakan korban. Sehingga perulangan kekerasan bisa terjadi, baik itu kepada dirinya atau orang lain,” tambah Indriyati.

Kedua, lingkungan juga menjadi faktor kuat dalam membuat korban berani dalam mengungkap apa yang terjadi, “Dan menurut usulan kami memang harus ada bentuk pengenalan tentang kekerasan pada perempuan mengenali kerentanan seseorang untuk menjadi korban di sekolah,” tegasnya.

Misalnya, jika dalam materi ajar dapat disisipkan nilai-nilai. Seperti pendidikan moralitas dan pendidikan budi pekerti. Lewat hal itu, siswa dapat diajar mengenali bagaimana mencegah kekerasan seksual.

“Lewat pembelajaran jadi bisa mengenali bentuk-bentuk kekerasan bagaimana mendapatkan pertolongan. Entah pertolongannya itu dapat berupa melaporkan atau sekedar bercerita dengan orang yang dipercaya,” tutupnya.

(rgm/JPC/pojoksulsel)



loading...

Feeds

unhas, bentrok unhas, bentrok di unhas, mahasiswa unhas bentrok

Bentrok di Unhas, Liat Foto-fotonya

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Bentrok terjadi di Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas), Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (15/12/2017). Belum diketahui …