DIPA Sulsel 2018 Naik Rp1,6 Triliun, Alokasi DAU Tertinggi

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyerahkan penghargaan kepala daerah inovatif  ke  Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (SYL) di The Westin Hotel Jakarta,  Selasa malam (1/8).

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyerahkan penghargaan kepala daerah inovatif ke Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (SYL) di The Westin Hotel Jakarta, Selasa malam (1/8).

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 untuk Pemprov Sulsel mengalami kenaikan.

“Semua DIPA mengalami kenaikan walapaun sedikit. Kita tak terlalu mengharapkan DIPA karena juga ada dana private sektor seperti perbankan,” kata gubernur yang akrab disapa SYL kepada wartawan, Kamis (7/12/2017).

Gubernur SYL telah menerima DIPA dari Presiden Jokowi pada Rabu (6/12/2017) di Istana Bogor Jawa Barat. DIPA untuk Sulsel pada tahun 2018 tercatat Rp31,253 triliun. Selain DIPA, dilakukan juga penyerahan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2018 serta Anugerah Dana Rakca Tahun 2017.

Dipa Sulsel ini terdiri atas dana transfer dan dana desa yang dikucurkan ke Sulsel di luar sana APBN dari lembaga vertikal kementerian yang ada di Sulsel.

Dari angka tersebut, Dipa Sulsel tahun 2018 mengalami kenaikan Rp1,6 triliun dari tahun sebelumnya yang hanya Rp2,9 triliunan.

Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Sulsel Andi Arwien Azis mengatakan, alokasi APBN untuk Sulsel paling banyak dikucurkan untuk Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp18,369 triliun. Kemudian, Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik Rp5,285 triliun, DAK fisik Rp4,046 triliun.

Pada urutan ketiga adalah Dana Desa Rp1,986 triliun, Dana Bagi Hasil (DBH) Rp1,076 triliun dan Dana Intensif Daerah (DID) Rp489,75 Miliar.

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds