Ternyata Lahan Stadion Barombong Masih Bersoal

Tampak tribun selatan Stadion Barombong yang sementara dalam pengecoran ambruk, Sabtu (2/12/2017).

Tampak tribun selatan Stadion Barombong yang sementara dalam pengecoran ambruk, Sabtu (2/12/2017).

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR- Pembangunan stadion Barombong tak hentinya diterpa masalah. Terakhir, tribun bagian selatan segmen satu ambruk setelah dilakukan pengecoran di lantai tiga.

Bukan hanya itu, ternyata masih ada lahan seluas 4 hektar yang belum terselesaikan, dari total lahan seluas 7 hektar.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Muhlis Mallajareng mengatakan, masih banyak lahan yang belum terbayarkan dan diserahkan ke Pemerintah Provinsi Sulsel, padahal sudah dihibahkan.

“Sebanyak 3 hektar milik Pemprov dan sisanya 4 hektar itu belum diserahkan. Lahan seluas 4 hektar itu ada lahan milik GMTD (PT Gowa Makassar Tourism Development) dan milik warga,” ungkapnya saat ditemui di stadion Barombong, belum lama ini.

Muhlis menjelaskan, meski lahan 4 hektar itu secara resmi belum diserahkan ke Pemprov Sulsel, tapi tetap dibangun untuk kolam renang dan area parkir stadion.

Menurur Muhlis, ganti rugi lahan, masih ada yang belum terbayarkan, lantaran proses hukum proses hukum masih berjalan di pengadilan. “Pembayaran ditunda hingga ada putusan┬ádari pengadilan. Jika sudah ada putusan, kami akan kembali anggarkan pada tahun depan pembayarannya,” ungkap Muhlis.

Muhlis menjelaskan, lahan tempat dibangunnya stadion Barombong merupakan tanah tumbuh sebagian hasil reklamasi. Status lahannya pun masih ada yang belum bersertifikat dan adapula yang sudah bersertifikat.

“Yang sudah bersertifikat itu sekarang milik GMTD yang dibeli dari masyarakat, sedangkan yang belum bersertifikat milik Pemprov dan sementara dibuatkan. Tanah milik GMTD ini akan dihibahkan dan diserahkan ke Pemprov, tapi ada ptosedurnya,” beber Muhlis.

(islamuddin dini/pojoksulsel)



loading...

Feeds