Mendagri Tjahjo Kumolo Puji Prestasi Gubernur Sulsel SYL

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di acara Pembekalan Kepemimpinan Pemerintah Dalam Negeri Angkatan III Tahun 2017 yang dilaksanakan di Badan Diklat Kemendagri, Kantor Kemendagri Lantai 4, Rabu (6/12/2017).

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di acara Pembekalan Kepemimpinan Pemerintah Dalam Negeri Angkatan III Tahun 2017 yang dilaksanakan di Badan Diklat Kemendagri, Kantor Kemendagri Lantai 4, Rabu (6/12/2017).

POJOKSULSEL.com, JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memuji prestasi Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Pujian tersebut diutarakan saat SYL menjadi narasumber acara Pembekalan Kepemimpinan Pemerintah Dalam Negeri Angkatan III Tahun 2017 yang dilaksanakan di Badan Diklat Kemendagri, Kantor Kemendagri Lantai 4, Rabu (6/12/2017).

“Saya meminta para kepala daerah meniru Gubernur Sulsel untuk dapat berpretasi,” kata Tjahjo.

Mendagri juga mengingatkan agar para kepala daerah menjauhi tindak korupsi serta untuk fokus membangun keunggulan daerah.

SYL sendiri selama dua periode kepemimpinan telah meraih prestasi sebanyak 233 penghargaan. Terakhir menerima Penganugerahan Predikat Kepatuhan Tinggi dari Ombudsman Republik Indonesia di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Selasa pagi (5/12) kemarin.

Pada kesempatan ini, dia tampil dengan materi “Peningkatan Daya Saing Daerah dalam Rangka Percepatan Pembangunan Nasional 2018”.

Dalam pemaparannya terkait isu pembangunan daerah, yang perlu diperhatikan dan dilakukan, yaitu, penguatan konektivitas, interkoneksi dan pengembangan logistik.

Selain itu, penting dilakukan pengembangan pengelolaan kawasan serta reduksi ketimpangan wilayah pendapatan dan penanggulangan kemiskinan.

“Serta upaya swasembada dan ketahanan pangan serta kedaulatan energi, pengembangan pariwisata dan kerjasama kepariwisataan,” sebut Syahrul YL.

Kemaritiman, pengelolaan pulau-pulau kecil, wilayah terluar dan perbatasan. Juga penguatan daya saing, inovasi pengetahuan dianggapnya penting.

Sementara itu, SYL juga menyebutkan beberapa faktor daya saing ekonomi, berdasarkan World Econimc Index, terpuruknya daya saing disebabkan oleh beberapa fakto menonjol, diantaranya, tidak kondusifnya kondisi ekonomi makro.

Buruknya kualitas kelembagaan publik dalam menjalanka fungsinya sebagai fasilitator dan pusat pelayanan. Lemahnya kebijakan pengembangan teknologi dalam memfasilitasi kebutuhan peningkatan produktivitas.

“ini juga dipengaruhi oleh rendahnya efisiensi usaha pada tingkat operasional perusahaan serta lemahnya iklim persaingan usaha,” papar Syahrul YL.

Untuk meningkatkan daya saing ekonomi suatu daerah, maka perlu dilakukan agenda reformasi birokrasi dengan sasaran, pemerintahan yang efektif dan efisien.

Pemerintahan berbasis informasi dan teknologi (IT). Hadirnya aparatur yang kompeten dan kompetitif. Serta hadirnya pemerintahan partisipatif dan melayani.

Adapun tujuan dari reformasi birokrasi menurut Gubernur Sulsel ini, hadirnya birokrasi yang bersih dari KKN serta terciptanya birokrasi yang akuntabel dan melayani publik secara prima.

Sedangkan untuk strategi terintegrasi pengentasan kemiskinan dan kesenjangan pertumbuhan yang inklusi dan berkualitas, pemerintah perlu melakukan beberapa hal, seperti, peningkatan produktivitas, peningkatan daya saing, tata kelola yang baik, serta institusi yang bersih dan efisien.

Pada kesempatan tersebut, SYL juga menyampaikan indikator makro Sulsel tahun 2018 dengan sasaran, pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 8,3 persen. Laju inflasi 4,5-2,5 persen.

“PDRB perkapita penduduk Rp60,20 juta, presentase penduduk miskin 8,24 persen,” sebut Syahrul YL.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulsel pada angka 70,98 hingga 71,60. Sedangkan target jumlah wisatawan mancanegara sebanyak 153.000 dan wisatawan nusantara sebanyak 9,5 juta orang.

(rilis/muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds

unhas, bentrok unhas, bentrok di unhas, mahasiswa unhas bentrok

Bentrok di Unhas, Liat Foto-fotonya

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Bentrok terjadi di Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas), Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (15/12/2017). Belum diketahui …