Untuk Kepentingan Rakyat, CIP Desak DPRD Gowa Segera Sahkan APBD 2018

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSULSEL.com, SUNGGUMINASA – Direktur Eksekutif Center Information Publik (CIP) Zulfiadi Muis mendesak DPRD Gowa segera menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Gowa 2018.

“Keterlambatan penetapan anggaran ini bisa berakibat pada molornya pelaksanaan program kegiatan Pemkab Gowa, seperti pembangunan jalan hingga program peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Zulfiadi Muis, Senin (4/12/2017).

Dia menyebutkan, kesinambungan pembangunan sangat bergantung pada realisasi penggunaan anggaran. Zulfiadi menyebutkan, APBD harus dimanfaatkan seluas-luasnya untuk kepentingan masyarakat, menahan dan menunda penetapan APBD justru akan mengganggu program strategis pemerintah daerah, seperti biaya pendidikan gratis.

“Kalau ada yang bilang bahwa tidak ada yang dirugikan dengan penetapan APBD yang berlarut-larut, itu salah. Dalam APBD itu ada dana untuk program pendidikan gratis, sektor kesehatan hingga infrastruktur. Itu harus menjadi perhatian bersama,” terangnya.

Seperti belanja anggaran pembangunan infrastruktur, kata Zulfiadi, penggunaannya yang tepat sasaran akan memberikan efek dominan yang luas, mulai dari membuka lapangan kerja, menggerakkan sektor perdagangan hingga transportasi.

“Infrastruktur jalan yang baik misalnya akan memperlancar aktivitas warga, itu sangat positif. Sisa yang harus diperbaiki adalah pengawasan bersama semua pihak terhadap penggunaan anggaran agar tidak terjadi penyelewengan,” terangnya.

Zulfiadi menyebutkan, polemik tentang APBD 2018 harusnya dihentikan. Rencana anggaran yang harusnya sesuai dengan musywarah perencaan pembangunan (musrenbang) kata Zulfiadi Muis, harusnya sudah selesai.

“Di DPRD itu kita ketahui ada masa reses untuk serap aspirasi, kemudian ada paripurna penyampaian hasil reses dan diserahkan ke pemerintah daerah. Semua proses itu harusnya sudah selesai saat pembahasan KUA dan PPAS APBD dimulai. Bukankah dengan nilai APBD yang ada batasannya, maka ada program prioritas?,” pungkas Zulfiadi.

Selain itu, Zulfiadi Muis mengingatkan kalau APBD 2018 telat ditetapkan dan molor dari aturan yang telah ditetapkan, maka APBD Gowa bisa kena sanksi pinalti. “Mari menempatkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi, termasuk pada pembahasan anggaran di DPRD Gowa,” urainya.

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds