Kasek Said Sangkkala Dilapor Cabuli Muridnya, Ini Ultimatum Danny

Walikota Makassar Danny Pomanto

Walikota Makassar Danny Pomanto

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Walikota Makassar Danny Pomanto geram. Pasalnya, oknum kepala sekolah (kasek) di salah satu SD di Makassar dilaporkan dua orangtua murid telah melakukan tindak asusila atau cabul pada dua orang muridnya.

Adalah Kepala Sekolah Dasar (SD) Inpres Melayu Bertingkat Said Sangkala yang dilaporkan telah melakukan tindak asusila pada dua orang muridnya. Olehnya itu, Danny Pomanto memerintahkan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Makassar mencopot Said Sangkala dari jabatannya.

Diketahui, Said Sangkala dilaporkan atas tindak asusila terhadap dua anak didiknya IL (9) dan SD (10) yang diterima Polres Pelabuhan Makassar pada Sabtu (3/12/2017).

“Saya tidak menolerir (tindak asusila). Oknum tersebut harus mendapat sanksi pemberhentian tidak hormat dari jabatannya sebagai kepala sekolah bahkan dari ASN,” berang Danny di rumah jabatannya, Selasa malam (5/12/2017).

Perintah pemecatan itu langsung direspons oleh Kepala Dinas Pendidikan Makassar Ismunandar yang segera melayangkan surat permohonan pemberhentian tidak hormat dari jabatan kepala sekolah bagi Said Sangkala.

“Besok kita akan masukkan suratnya ke BKPSDM untuk diproses setelah mendapatkan disposisi dari bapak wali kota Makassar,” sebut Kadis Ismunandar.

Selain sanksi pemecatan dari jabatan kepala sekolah, Said Sangkala juga terancam diberhentikan secara tidak hormat dari statusnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) jika nantinya dalam proses peradilan dia terbukti bersalah.

“Jika terbukti bersalah dan vonis pengadilan di atas dua tahun, yang bersangkutan bisa dipecat dari ASN,” kata Sekertaris BKPSDM Basri Rakhman.

Saat ini, Said Sangkala diamankan di Polres Pelabuhan Makassar atas laporan dari dua keluarga korban. Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Makassar akan melakukan pendampingan bagi kedua korban.

“Pendampingan psikologis sangat dibutuhkan oleh kedua anak kita agar mereka bisa melewati trauma pasca kejadian tersebut,” ujar Kepala DP3A Tenri A Palallo.

Kadis Pendidikan Ismunandar juga akan segera berkordinasi dengan DP3A untuk secepatnya dapat merecovery kondisi psikis kedua korban yang terbilang masih di bawah umur.

(chaidir pratama/pojoksulsel)



loading...

Feeds