Dewan Pakar Golkar Sebut Setnov Berhak Tuntut Keadilan

Setya Novanto

Setya Novanto

POJOKSULSEL.com – Kabar KPK akan segera melimpahkan berkas penyidikan Ketua DPR sekaligus Ketum Golkar Setya Novanto ke Pengadilan Tipikor Jakarta semakin santer terdengar.

Jika penyidik KPK melakukan pelimpahan tahap II atas berkas penyidikan Setnov sebelum sidang praperadilannya dimulai, maka secara otomatis gugatan praperadilan Setnov akan gugur. 

Wakil Ketua Dewan Pakar DPP Partai Golkar Mahyudin menilai KPK seharusnya membiarkan sidang praperadilan Setnov berjalan.

“Ya kami berharap agar hak warga negara untuk menuntut keadilan juga diberikan ruang. Biakan praperadilan juga berjalan. Jangan terkesan ada mengurangi hak asasi orang,” kata Mahyudin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (4/12).

Meski telah berstatus tersangka dalam perkara korupsi KTP elektronik, Setnov masih memiliki hak asas praduga tak bersalah. Selama belum ada ketetapan hukum yang diputuskan Hakim Pengadilan Tipikor.

“Biar pun tersangka kan dia masih praduga tak bersalah, masih berhak untuk menuntut keadilan atas dirinya melalui praperadilan,” jelas Mahyudin.

Sementara itu pengacara Setnov, Fredrich Yunadi, menyebut KPK takut berhadapan dengan pihaknya di sidang praperadilan. Lantaran meminta Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menunda sidang praperadilan kliennya. 

“Mutlak KPK karena ketakutan menghadapi praperadilan jadi cari cara licik dan tidak layak, berusaha menggagalkan praperadilan,” ujarnya saat dihubungi melalui pesan singkat, Senin (4/12/2017).

Sidang perdana praperadilan Setya Novanto dilaksanakan pada Kamis lalu (30/11). Namun ketika itu Bidang Hukum KPK hanya diwakilkan selembar surat yang meminta hakim tunggal praperadilan menunda sidang karena berkas praperadilan belum dirampungkan KPK. 

Permintaan tersebut dikabulkan hakim dan sidang baru akan dilaksanakan kembali pada Kamis mendatang (7/12/2017).

(rmol/pojoksulsel)



loading...

Feeds