ITCW Laporkan Dugaan Menyimpang Excavator Dinas PKP Parepare

Alat berat excavator yang sementara di gunakan oleh pihak swasta. Sewanya Rp 350 ribu per jam. | POJOKSULSEL - HAERUL AMRAN

Alat berat excavator yang sementara di gunakan oleh pihak swasta. Sewanya Rp 350 ribu per jam. | POJOKSULSEL - HAERUL AMRAN

POJOKSULSEL.com, PAREPARE – ‎Dugaan menyimpang pengoperasian alat berat jenis excavator di Kantor Dinas Perikanan Kehutan dan Pertanian (PKP) Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), di bawa ke ranah hukum.

Koordinator Indonesia Timur Coruptions Wacht (ITCW) Parepare, Jasmir Laintang menegaskan, pihaknya akan melaporkan langsung kasus tersebut kantor Kejaksaan Negeri Parepare.

“Berkas laporan akan kami serahkan ke pihak kejaksaan,” tegas Jasmir, usai ditemui, Senin (4/12/2017).

Dia menjelaskan, laporan yang diajukan berdasarkan hasil temuan yang dilakukan‎ pihaknya, excavator bantuan dari pemerintah pusat tahun 2013 tersebut di komersilkan oleh pihak swasta kemudian hasil sewa diduga kuat dinikmati oleh oknum pejabat PKP.

“Dalam sejam alat berat itu disewakan hingga 350 ribu, kebijakan itu sudah berjalan sejak tahun 2013. Yang kami pertanyaan hasil sewanya, kita duga ada pelanggaran hukum didalamnya,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, ada juknis dalam pemanfaatan alat berat tersebut. Diapun berharap kejaksaan negeri Parepare menindaklanjuti laporan yang diajukan tersebut.

“Kami minta Kejaksaan profesional dalam menindaklanjuti kasus ini,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Perikanan ‎kantor Dinas PKP Parepare, Nasir, mengakui komersialisasi bantuan yang diperuntukkan bagi kelompok perikanan tersebut. Namun‎ dia membantah jika hal itu dikatanan suatu penyimpangan.

“Ada juknisnya dan itu sebuah pelanggaran karena alat berat itu sudah dihibahkan ke kelompok perikanan, kami tinggal melakukan pengawasan,” dalih dia.

Hal yang sama juga dikatanna oleh mantan kepala Dinas, Damilah Husain, dia mengatakan, pemanfaatan alat berat itu sudah sesuai sesuai dengan petunjuk tekhnis.

“Sudah sesuai dengan juknis,” ucap Damilah.

(haerul amran/pojoksulsel)



loading...

Feeds