Hadiri Wisuda STIKS Tamalanrea, Ini Pesan Deng Ical

Wakil Walikota Makassar Syamsu Rizal MI, akrab disapa Deng Ical, hadiri Wisuda Sarjana Strata Satu (S1) priode XXVII Sekolah Tinggi Ilmu Kesejahteraan Sosial (Stiks) Tamalanrea Makassar, di Hotel Horison, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Sabtu (2/12/2017).

Wakil Walikota Makassar Syamsu Rizal MI, akrab disapa Deng Ical, hadiri Wisuda Sarjana Strata Satu (S1) priode XXVII Sekolah Tinggi Ilmu Kesejahteraan Sosial (Stiks) Tamalanrea Makassar, di Hotel Horison, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Sabtu (2/12/2017).

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Wakil Walikota Makassar Syamsu Rizal MI, akrab disapa Deng Ical, paparkan pentingnya peranan sarjana ilmu sosial jika diaplikasikan dalam bermasyarakat saat menghadiri Wisuda Sarjana Strata Satu (S1) priode XXVII Sekolah Tinggi Ilmu Kesejahteraan Sosial (Stiks) Tamalanrea Makassar, di Hotel Horison, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Sabtu (2/12/2017).

Dalam wisuda yang ke-27, SITKS Tamalanrea Makassar menamatkan 52 mahasiswa jurusan ilmu kesejahteraan sosial.

Dalam sambutannya, Deng Ical bagaimana setiap bidang ilmu memiliki fungsi dan tugas yang berbeda namun tingkat kepentingan yang sama dengan berbagai bidang ilmu lainnya.

“Jadi masih banyak orang salah sangka bahwa ilmu kesejahteraan sosial itu berbeda dibanding dengan arsitek dan dokter. Padahal jika dilihat dari berbagai aspek semisal tingkat kebutuhan masyarakar tentu tiap ilmu memiliki tupoksinya masing masing,” ujar Ketua PMI Makassar ini

Selain itu, menurut Deng Ical saat ini Makassar memiliki kebutuhan yang sangat tinggi terhadap keterampilan dan ilmu pekerja sosial, hal ini disebabkan karena pertumbuhan ekonomi Makassar diatas rata-rata pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan dan nasional.

“Makanya dalam pidato kenegaraan presiden SBY 2014 dan presiden Jokowi tahun 2016 itu mengatakan bahwa Makassar itu mengalahkan pertumbuhan ekonomi Tiongkok dan Jepang,” ungkap Deng Ical.

Namun dibalik pertumbuhaan ekonomi Makassar yang tinggi, ada juga ancaman yang luar biasa bahayanya yaitu kesenjangan sosial atau gini rasio yang mencapai 0,43 tetapi jika sudah sampai 0,45 maka itu sudah sangat rawan pertikaian dan konflik sosial.

“Artinya itu, ketahanan sosial kita teruji dan harus dapat diantisipasi dengan baik. Disinilah pentingnya pekerja sosial mengambil peran. Meskipun ada arsitek, pengusaha dan dokter yang memiliki peran yang juga penting tetapi mereka tidak bisa bekerja dengan baik apabila masyarakat belum merasa aman,” jelasnya.

Oleh karena itu, Ia berharap kepada para wisudawan STIKS Tamalanrea Makassar ini mampu mengambil peran ditengah-tengah konflik dan problem sosial yang ada di Kota Makassar.

(rls/chaidir pratama/pojoksulsel)



loading...

Feeds