OPINI: Kepemimpinan tanpa Mencuri Uang Rakyat

Deklarator Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Selatan (Sulsel) Asmar Oemar Saleh

Deklarator Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Selatan (Sulsel) Asmar Oemar Saleh

TIADA rasa hormat pada nilai apapun kecuali hanya pada keunggulan dan kemulian pribadi.

Mengutip pidato Nobel sastrawan besar bangsa Arab, Naquib Mahfous, dia berucap, “Kepalsuan, penipuan, penghianatan, keserakahan, korupsi, kekejaman, dan semacamnya masih bertahta sebagai tanda kemampuan, bahkan bukti kebesaran. Hari ini pandangan ini harus diubah hingga ke akarnya”.

Hari ini kebesaran pemimpin hendaknya diukur dari visi kemanusiaannya, rasa tanggungjawabnya pada rakyak, dan prestasi-prestasinya, terutama membangun daerah tanpa mencuri uang rakyat.

Kita tidak boleh jadi penonton Pilgub Sulsel 2018 karena, pemimpin yang terpilih akan menentukan arah dan masa depan rakyat Sulsel.

Kita telah menyaksikan para kandidat itu dengan segala rekordnya. Sekarang rakyat Sulsel perlu mengambil tindakan yang tepat memilih pemimpinnya. Inilah waktunya mengakhiri zaman perampokan uang rakyat dan lintah darat.

Rakyat Sulsel mesti hidup di zaman para pemimpin yang bertanggungjawab pada seluruh permukaan bumi Sulsel beserta rakyatnya.

Selamatkan rakyat yang ditindih kemiskinan, selamatkan rakyat yang merintih oleh ketidakadilan, dan rakyat yang tidak dilayani oleh pemimpinnya secara baik dan menyeluruh.

Suatu hari kita ingin menyaksikan pemimpin yang terpilih yang bersih dengan melayani rakyatnya dengan sebaik-baiknya: memperbaiki tingkat kesejahteraan rakyatnya, meningkatkan pendidikan rakyatnya, menurunkan tingkat kriminalitas, birokrasi yang melayani tanpa korupsi, kota-kota yang indah ramah lingkungan, dll, yang menjadi mandatnya.

Kita mau pemimpin yang terpilih mengikuti teladannya, prilakunya, dan bersemedi pada visinya.

Saya terikat pada optimisme, bahwa kepemimpinan tanpa mencuri uang rakyat dengan visi yang jelas dan tindakan yang tepat, rakyat Susel akan bersuka cita.

Penyair besar Rimbaut menulis, “Saat fajar bersenjatakan kesabaran, kita akan memasuki kota nan megah itu, sambil menganjurkan setiap orang yg berniat baik untuk tak pernah kehilangan harapan pada manusia”.

Penulis: ASMAR OEMAR SALEH

(Pendiri Ante Corruption Committee/Mantan Deputi HAM Kemenneg HAM)



loading...

Feeds