Innalillah… Sopir Taksi Online Dibunuh, Leher Digorok

ilustrasi

ilustrasi

POJOKSULSEL.com, SURABAYA – Rencana pernikahan Ali Ghufron (23), warga Kedinding Lor Gang Kemuning 7, Kenjeran, Surabaya dengan Junita (22), tahun depan, akhirnya kandas. Setelah Ali Ghufron menjadi korban pembunuhan yang ditemukan di persawahan, Desa Pangolangan, Kecamatan Burneh, Kecamatan Bangkalan, Senin (27/11/2017).

Informasi yang dihimpun Radar Surabaya, korban yang juga mahasiswa semester VII Fakultas Tarbiyah, STAI Taswirul Afkar Surabaya ini kali pertama ditemukan oleh seorang petani di sawah, Desa Pangolangan, Burneh.

Kondisi korban sudah tidak bernyawa, dengan luka di leher karena digorok. Tak hanya nyawanya yang melayang, dompet, handphone dan mobil Avanza milik korban digondol pelaku.

“Anak saya saat itu sudah pulang sore. Habis maghrib itu pamit katanya ada penumpang. Katanya dekat-sekat sini, ternyata sampai Sabtu (25/11) pukul 20.00 sudah tidak bisa dihubungi lagi,” ujar ayah korban, Fauzan, 54, kepada Radar Surabaya, Rabu (29/11/2017).

Menurut Fauzan dua hari setelah anaknya tidak pulang, seorang temannya membuka Facebook ada foto Ali dalam keadaan tewas. Lalu, foto tersebut dikroscek ke tunangan korban, Juwita. “Dapat kabar itu tunangannya langsung datang ke rumah,” ujarnya.

Sontak, keluarga korban berangkat ke Bangkalan untuk menjemput jenazah Ali Ghufron di rumah sakit, Selasa (28/11) pagi. Anak sulung Fauzan dan Mariama, 48, ini dimakamkan di pemakaman umum Kedinding Lor, sekitar pukul 11.00 WIB.

(jar/no/pojoksulsel)



loading...

Feeds