​Ini Nama ASN yang Terlibat Politik Praktis dari Data Panwaslu, Ada Kadisnaker Makassar

Ilustrasi Panwaslu

Ilustrasi Panwaslu

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Makassar merilis nama-nama Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlibat dalam kerja-kerja politik praksis untuk pemenangan salah satu pasangan kandidat di Pilkada Makassar 2018.

Nama-nama tersebut adalah struktural Satuan Kerja Tingkat Daerah (SKPD) Pemerintaha Kota Makassar mulai dari tingkat kelurahan hingga kepala salah satu SKPD di Kota Makassar.

Data tersebut dirilis oleh Panwaslu saat konferensi pers di jalan Todopuli Makassar, Jum’at (1/12/2017).

Dalam kesempatan itu, setdaknya 6 nama akan disetor ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Republik Indonesia di Jakarta oleh Panwas Kota Makassar.

Ke 6 nama tersebut yakni Lurah Tamamaung Drs Rusdin, Kasi Kebersihan Kecamatan Panakukang Zulfikar Luthfy, Kadisnaker Makassar A Irwan Bangsawan, staf Kadisnaker Fazmi Idrus, Sekretaris Kesbangpol Ahmad Namzun dan Danton Damkar Hasbullah.

“Ini sebagai bukti dan wujud kerja Panwaslu kota makassar dalam menindaki ASN yang terlibat dengan Politik Praktis, saat ini ada 6 orang yang kami verifikasi dan kami sudah kirim berkasnya ke Komisi ASN,” ungkap Ketua Panwas Makassar.

Diksempatan itu pula, Nursari menggambarkan, konologi investigasi yang mengasilkan nama-nama diatas salah satunya adalah Kadisnaker Kota Makassar tersebut.

Nursari menuturkan, jika Andi Irwan Bangsawan bersama stafnya melakukan seruan atau ajakan secara terangterangan untuk hadiri deklarasi kandidat tertentu di media sosial dengan menggunakan akun Disnaker.

Selain itu, Nursari juga menuturkan, pada saat deklarasi pasangan tertentu tampak sejumlah ASN Kota Makassar hadir. Dari hasil penyidikan ditemukan ASN yang melakukan politik praktis di antaranya Hasbullah salah satu Danton Damkar, serta sekretaris Kesbangpol Ahmad Nassum.

“Ini sebagai bukti bahwa kami telah melaksanakan amanah dan tidak ingin di intervensi oleh pihak manapun dan kami akan tetap mengawal kasus ini hingga ke Komisi ASN,” tegas Nursari.

(gunawan songki/pojoksulsel)



loading...

Feeds