Rawan Konflik Pilkada, Kapolda: Kita Buktikan Sulsel Aman

Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono. IST

Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono. IST

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Salah satu agenda besar yang akan dijalankan Kapolda Sulsel yang baru Irjen Pol Umar Septono adalah pelaksanaan Pilkada serentak 2018 mendatang.

Terlebih Sulsel masuk dalam indeks kerawanan sedang versi Bawaslu RI dengan nilai 2,5 persen.

Menanggapi hal itu, Kapolda Umar Septono mengatakan, langkah awal yang akan diambil Polda Sulsel adalah memetakan sejauh mana tingkat kerawanan di Sulsel.

“Kita akan lihat apakah dalam kondisi yang aman, agak rawan dan rawan. Lalu kita hitung kesiapan kekuatan,” kata Umar Septono di sela-sela upacara Welcome and Farawell Parade di Mapolda Sulsel, Kamis (30/11/2017).

Apabila dalam pemetaan nantinya terindikasi terjadi situasi yang sangat rawan, maka Polda Sulsel akan meminta petunjuk Kapolri.

Meski demikian, Kapolda Umar Septono meyakini bahwa masyarakat Sulsel sudah semakin dewasa dalam berpolitik maupun menyampaikan aspirasi.

Atas dasar itu, mantan Kapolda NTB ini mengajak kepada semua elemen masyarakat untuk membuktikan bahwa, Sulsel merupakan daerah yang aman.

“Saya berpikir, berharap, dan berdoa mudah-mudahan tingkat kerawanan tidak terjadi,” kata Umar Septono.

Sebelumnya, Mabes Polri telah memetakan wilayah yang masuk dalam zona rawan konflik menjelang Pilkada Serentak 2018 mendatang.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto menyebutkan, sedikitnya ada lima daerah yang dianggap rawan yaitu Sumatera Utara, Papua, Jawa Barat, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan (Sulsel).

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds