Ahmad Dhani Jadi Tersangka Kasus Ujaran Kebencian, Advokat: Tidak Layak…

Ahmad Dhani

Ahmad Dhani

POJOKSULSEL.com – Tim kuasa hukum musisi Ahmad Dhani dari Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), Ali Lubis menilai, kasus kliennya itu tidak layak untuk dilanjutkan. Walaupun, saat ini Ahmad Dhani sudah menjalani proses pemeriksaan menjadi tersangka atas kasus dugaan ujaran kebencian di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kamis (30/11).

Ali berpendapat, laporan Jack Boyd Lapian seharusnya ditolak oleh kepolsian karena ia menduga apa yang disampaikan oleh Ahmad Dhani merupakan hak konstitusionl yang dijamin oleh Undang Undang Dasar (UUD) 1945.

Menurut dia terdapat tiga hal mendasar yang membuat laporan Ahmad Dhani dinilai tidak layak untuk dilanjutkan. Yang pertama adalah soal legal standing pelapor, dalam hal ini ia mempertanyakan kerugian pelapor sehingga berhak melaporkan kasus ini.

“Apakah dia merasa dicemarkan nama baiknya oleh Ahmad Dhani atau seperti apa. Soal legal standing ini biasanya dipertanyakan oleh kepolisian pada saat pertama kali laporan disampaikan,” kata Ali dalam keterangan tertulisnya, Kamis, (30/11/2017).

Perihal kedua yang Ali permasalahkan adalah pasal yang menjerat Ahmad Dhani yakni Pasal 28 ayat (2) junto Pasal 45A ayat 2 Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dia menilai, berdasarkan pasal terlapor harus memenuhi unsur penyebaran informasi yang menimbulkan kebencian suku, agama, ras dan antar golongan (SARA).

“Kami menilai tweet (Ahmad Dhani) bersifat umum dan tidak tendensius. Kami mempertanyakan suku apa, agama apa, ras apa dan golongan apa yang merasa menjadi target ujaran kebencian yang dituduhkan kepada Ahmad Dhani,” tutur Ali.

Kemudian perihal poin ketiga cuitan Ahmad Dhani di media sosial Twitter tidak bermuatan provokasi. Hanya ketidaksukaan terhadap terduga penista agama saat itu yakni mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Puranama alias Ahok.

“Sebagaimana kita ketahui bahwa perbuatan menista agama adalah perbuatan pidana di Indonesia, sehingga wajar kalau Ahmad Dhani menunjukkan ketidaksukaan kepada pendukung penista agama,” jelas Ali.

Kasus Dhani bermula dari laporan yang diajukan oleh Jack Boyd Lapian. Boyd yang mengklaim sebagai pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ini melaporkan unggahan Dhani di akun twitter @AHMADDHANIPRAST yang menyebutkan, ‘Siapa saja yang dukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya -ADP’.

Dalam kasus ini, Ahmad Dhani diduga melanggar Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

(cr5/JPC/pojoksulsel)



loading...

Feeds

unhas, bentrok unhas, bentrok di unhas, mahasiswa unhas bentrok

Bentrok di Unhas, Liat Foto-fotonya

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Bentrok terjadi di Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas), Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (15/12/2017). Belum diketahui …