Ternyata Begini Rumus Amran Sulaiman Amankan Stok Beras

Mentan Amran Sulaeman saat meresmikan Bendung Tampala Parangloe, Desa Tompobulu, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (7/1/2017). | DOK. POJOKSULSEL

Mentan Amran Sulaeman saat meresmikan Bendung Tampala Parangloe, Desa Tompobulu, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (7/1/2017). | DOK. POJOKSULSEL

POJOKSULSEL.com, BANDUNG – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan stok beras nasional aman hingga pertengahan 2018 nanti.

Hal itu dikarenakan rumus yang kementeriannya terapkan selama ini.

Amran mengatakan, salah satu rumusnya dengan menanam pada periode Juli dan Agustus. Sebanyak 1 juta hektare telah ditanami padi.

“Dengan begitu, stok kita sampai Mei 2018, enam bulan kita aman. Setiap hari panen, setiap hari tanam,” kata Amran di Secapa AD, Bandung, Jawa Barat.

Dia juga menyebutkan, hampir tiga tahun ini Indonesia tidak lagi impor beras dikarenakan stok dalam negeri mencukupi. Keadaan itu jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Dulunya kita takut stok kurang, karena panennya pada bulan November, Desember, dan Januari sangat rendah. Namun, sekarang semua bisa teratasi,” kata Amran.

Menurutnya, setelah dilakukan metode baru yaitu penanaman padi di bulan kering yaitu Juli, Agustus, dan September sebanyak 1 juta hektare, maka hasilnya sudah dua tahun tidak impor beras lagi.

“Sudah ketemu rumus baru, metode baru yaitu di mana bulan kering Juli, Agustus, dan September jangan kita lewatkan dan minimal kita tanam 1 juta hektare. Alhamdulillah, ini tahun kedua masuk tahun ketiga kita tidak ada impor,” katanya.

(mg1/jpnn/pojoksulsel)



loading...

Feeds