WOW! Kerajinan Seni Tanduk Rusa Warga Parepare Ini Tembus Jerman

Herul Hasan (50) saat menyelesaikan pembuatan kepala dan tanduk rusa di Parepare. | POJOKSULSEL - HAERUL AMRAN

Herul Hasan (50) saat menyelesaikan pembuatan kepala dan tanduk rusa di Parepare. | POJOKSULSEL - HAERUL AMRAN

POJOKSULSEL.com, PAREPARE – Belasan tahun di perantauan, ia kembali kekampung halaman untuk menggeluti pekerjaan sebagai seniman ukir pembuat hiasan patung kepala rusa.

Ya, dia adalah Herul Hasan (50), dia mengaku bangga, lantaran karya seninya itu dapat menembus ke mancanegara.

“Pernah ada yang pesan untuk di impor ke Jerman, meski jumlahnya tidak banyak. Ya, ada kebanggaan tersendiri lah,” aku Herul Hasan, saat ditemui di kawasan Jalan Jendral Ahmad Yani, Kelurahan Ujung Bulu, Parepare, Selasa (28/11/2017).

Tak hanya itu, dia juga mengaku tak sedikit melayani pesanan dari kalangan pejabat serta pengoleksi benda-benda yang bernilai seni.

Hasan mengatakan, baru beberapa tahun terakhir ini dia fokus menggeluti pekerjaan barunya pasca bekerja disebuah perusahaan swasta di pulau Jawa.

Dia mengaku, ide membuat kepala rusa tiruan yang terbuat dari adonan serbuk kayu bercampur lem kental berwarna putih tersebut, berawal hanya perasaan iseng.

“Ada rekan kerja yang punya tanduk rusa, disitu saya timbul ide membuat kepala tiruan untuk hiasan, eh malah kecanduan ingin terus mencoba. Jadi, awalnya cuman iseng-iseng dan akhirnya sampai sekarang digeluti,” tuturnya.

Hasan mengungkapkan, pembuat karya seni kepala rusa tiruan bukan hal yang mudah. Butuh ketelatenan serta kesabaran agar hasilnya tak jauh berbeda dengan kepala rusa yang asli. Tanduk Rusa maupun tanduk hewan lain seperti anoa dari sang pemesan harus disesuaikan dengan kepala tiruan yang dibuatnya.

“Keliatannya memang gampang tapi tak semudah dibayangkan, butuh kesabaran untuk mendapatkan hasil sesuai yang di harapkan pemesan,” katanya.

Meski, kata dia, banyak karya seni sejenis yang ia buat, namun ia menjamin miliknya tak kalah indah dengan yang lain. Untuk satu kepala rusa tiruan buatannya ia mematok harga hingga Rp 500 ribu.

“Memang banyak sejenis yang ada di pasaran, tetapi bisa diliat sendiri hasilnya nanti. Harganya memang lumayan namun mudah-mudahan sebanding dengan nilai seni yang kami buat,” tuturnya.

Meski masih menggunakan peralatan manual, Hasan mengaku mampu membuat kepala tiruan hewan yang identik memiliki tanduk bercabang tersebut, tiga buah dalam sebulan.

Peralatan manual itulah yang membuatnya lebih semangat dalam mendesain sebuah karya yang bernilai seni.



loading...

Feeds