Limbah PT Comextra Mayora Cemari Lingkungan, Komisi C: Kalau Terbukti, Kita Cabut Izinnya

Ketua Komisi C DPRD Makassar, Rahman Pina, memimpin RDP di DPRD Makassar

Ketua Komisi C DPRD Makassar, Rahman Pina, memimpin RDP di DPRD Makassar

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – DPRD Kota Makassar melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Makassar, menindaklanjuti aduan warga yang bermukim di perumahan Villa Mutiara, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, terkait pencemaran limbah yang diduga akibat aktifitas PT Comextra Mayora, Selasa (28/11/2017).

Dalam RDP tersebut, puluhan warga Villa Mutiara mengaku sangat terganggu dengan aktifitas perusahaan yang bergerak di bidang pabrik cokelat tersebut.

“Kedatangan kami dalam rangka ingin meminta kepada anggota dewan Makassar agar kiranya dapat membantu kami dalam persoalan limbah PT Comextra yang berdampak kepada lingkungan kami, selain itu juga ada beberapa keluhhan lain yang juga terkait keberadaan perusahaan tersebut,” ujar Sadi yang menjadi perwakilan warga Villa Mutiara.

Ahmad Abdullah, yang juga warga yang terkena dampak menjelaskan jika akibat aktifitas PT Comextra tersebut mengakibatkan pencemaran udara dan pencemaran tanah.

“Saya ingin menyampaikan bahwa dampak langsung yang bisa kami rasakan adalah adanya bau tidak sedap, debu yang beterbangan dan melekat di dinding rumah, sehingga kami tidak bisa menjemur pakaian di luar rumah,” bebernya.

Tak hanya itu, Alam, yang merupakan pengurus Masjid di perumahan Villa Mutiara, juga menyampaikan jika jamaah masjid juga tidak bisa memanfaatkan air sumur untuk wudhu, lantaran sumber air yang digunakan tercemar juga.

“Saya juga ingin menyampaikan bahwa jamaah masjid kami sudah tidak bisa menggunakan air sumur untuk wudhu karena sumber air yang kami gunakan tercemar dan berminyak. Kami sudah dua kaki membuat sumur, tapi airnya tetap berminyak,” keluhnya.

Ia juga mengatakan jika melalui RT, pengurus masjid juga diminta membongkar masjid tersebut karena diklaim sebagai lahan PT Comextra Mayora. Keluhan lainnya adalah mengenai pintu gudang yang berada dalam kawasan perumahan sehingga sangat mengganggu lantaran aktifitas pabrik dilakukan hanya saat malam hari, dimana warga ingin beristirahat.

Atas Aduan tersebut, anggota Komisi C DPRD Kota Makassar, Susuman Halim, mengaku kesal atas dampak yang ditimbulkan dari aktifitas PT Comextra tersebut.

“Sebagai institusi yang berfungsi melakukan pengawasan, ini tidak bisa kita biarkan. Kita harus secepatnya melakukan kunjungan lapangan kalau begini, ini harus sesegera mungkin diatasi. Dan kalau memang mereka betul merugikan harus ditutup,” tegas Susuman.

Legislator asal Demokrat ini juga menegaskan jika PT Comextra tidak bisa memberikan jaminan terkait dampak yang merugikan warga dan lingkungan, maka ijin operasi perusahaan tersebut harus di cabut.

Sementara, Anggota Komisi C lainnya, Mustaghfir Sabri, meminta Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, agar segera melakukan pengecekan terkait ijin amdal perusahaan tersebut. Ia mengaku tidak bisa mentolerir perusahaan yang telah menimbulkan sekaligus 5 dampak yang merusak lingkungan.

“Ini 1 perusahaan sudah bikin 5 indikator kerusakan lingkungan, mulai dari pencemaran udara, tanah, air, menimbulkan hama, sampai mau menyerobot lahan warga, bahkan malah mau membongkar masjid. Ini jelas-jelas tidak bisa kita tolerir,” bebernya.

Olehnya itu, ia meminta agar Komisi C mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan ini. Ia bahkan meminta agar SITU SIUP perusahaan tersebut tidak lagi diperpanjang.

Atas aduan tersebut dan berbagai pandangan, Ketua Komisi C DPRD Makassar, Rahman Pina, mengatakan sebaiknya memanggil dulu managemen PT Comextra Mayora, guna mendengar langsung terkait keluhan warga tersebut.

“Ada baiknya kita tunggu dulu laporan dari DLH, supaya kita turun ada data yang bisa dijadikan patokan sebagai dasar kita. Selain itu, kita juga sebaiknya memanggil dan meminta penjelasan dari PT Comextra, agar tidak sepihak,” kuncinya.

(chaidir pratama/pojoksulsel)



loading...

Feeds