Ratusan Bal Cakar Disita Polisi Parepare, Pemiliknya Masih Misterius

Ilustrasi - Polisi amankan ribuan bal cakar alias pakaian bekas di Bulukumba. | DOK. POJOKSULSEL

Ilustrasi - Polisi amankan ribuan bal cakar alias pakaian bekas di Bulukumba. | DOK. POJOKSULSEL

POJOKSULSEL.com, PAREPARE – Ratusan bal pakaian impor bekas atau disebut cap karung (cakar) disita oleh Direktorat Polisi Air, Laut, dan Udara (Dirpolairut) Polda Sulawesi Selatan (Sulsel), pekan lalu.

Barang tersebut ditemukan dari sebuah kapal swasta asal Nunukan, Kalimantan Utara, saat polisi tengah melakukan patroli di perairan Parepare.

Kasubdit Gakkum Dirpolair Polda Sulsel, AKBP Mustari, membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan, penyelundupan pakaian bekas ini berawal dari Patroli yang dilakukan Tim Khusus Ditpolair di perairan Parepare.

“Kita melakukan patroli seiring dengan laporan masyarakat, ketika kama geledah kapal, terdapat ratusan bal pakaian bekas ini,” jelas dia.

Modus pelaku, kata dia, barang ilegal itu disembunyikan diantara tumpukan karung rumput laut.

“Pelaku penyelundupan cukup cerdik, mereka menyembunyikan pakaian bekas ini diantara karung rumput laut disisi kiri dan kanan kapal, sehingga dibutuhkan kejelian untuk membongkar modusnya,” terangnya.

‎Ditempat lain, Kapolsek pelabuhan Nusantara, Polres Parepare, AKP. Saharuddin, mengaku tidak mengetahui pasti proses penggagalan barang selundupan tersebut.

Dia mengungkapkan, tidak ada koordinasi antara dirinya dan pihak Polairut sebelum dan pasca penangkapan dilakukan.

“Belum ada koordinasi sampai sejauh ini,” ucap Saharuddin, saat dikonfirmasi melalui via sellulernya, Senin (27/11/2017).

Dia bahkan mengaku tidak mengetahui jumlah serta siapa pemilik barang ilegal tersebut.

“Belum tahu itu, siapa pemilik dan berapa jumlahnya. Kami juga belum tahu dimana barang bukti diamankan,” ungkap mantan salah satu Anggota Densus 88 ini.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, barang ilegal tersebut milik salah satu pengusaha asal Kota Parepare.

Pelaku diketahui merupakan ‎pengusaha barang-barang asal Malaysia. Namun sejauh ini belum ada informasi terkait status hukum pelaku tersebut.

(haerul amran/pojoksulsel)



loading...

Feeds