Basdir Sambangi Kediaman Rehan dan Bayu

Basdir Sambangi Kediaman Rehan dan Bayu

Basdir Sambangi Kediaman Rehan dan Bayu

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Dua bersaudara, Rehan dan Bayu akhirnya tidak lagi bergantian seragam olahraga saat jam pelajaran olahraga.

Sejak Bayu (adik Rehan) duduk di bangku kelas 1 SD Barayya 3, keduanya terpaksa harus bergantian seragam olahraga. Musababnya, karena orang tuanya terbilang miskin tidak mampu melengkapi seragam sekolah ke dua anaknya.

Adalah legislator DPRD Kota Makassar, Basdir yang mampu membuat senyum Rehan (kelas 6) dan Bayu (kelas 4) menjadi bahagia. Berawal saat Basdir melihat postingan guru kedua siswa SD Barayya 3 ini, Fatmah di sosial media Facebook.

“Gurunya posting status di Facebook. Saat kakaknya (Rehan) tidak menggunakan seragam olahraga, ditegurlah oleh gurunya. Tapi dia menangis, alasannya karena seragam olahraganya basah karena dicuci sudah dipakai sama adiknya (Bayu). Kurang lebih seperti itu ceritanya di Facebook,” kata Basdir saat ditanya awal mula mengetahui kronologi keadaan Rian dan Bayu.

Setelah berkomunikasi lebih jauh dengan Fatmah. Pada Senin (27/11/2017) menyambangi langsung kediaman Rehan dan Bayu. Di rumah petak yang berukuran kurang lebih 3 × 3 meter, Basdir banyak bercengkrama dengan kedua orang tuanya, Jumriah dan Deng Rangga.

Tidak seperti pada umumnya, kediaman Rehan dan Bayu beralam diluar dari Daerah Pemilihan (Dapil) nya. “Untuk berbuat baik itu tidak mesti harus di Dapil kita,” kata Basdir.

Dalam kesempatan itu, dihadapan Rehan dan Bayu, anggota Komisi D DPRD Makassar ini menceritakan masa-masa kecilnya saat masih duduk di bangku SD. Basdir membeberkan, kedua orang tuanya terbilang miskin, akan tetapi dia memaksa kedua orang tuanya agar dirinya tetap disekolahkan.

“Tapi saya dulu kalau pulang sekolah, pergi keliling jual sembarang, biasa es lilinya orang, nasi bungkus dan semacamnya. Nah sekarang bisa tonjaki jadi anggota DPRD. Jadi sekolahki baik-baik nak,” kisah Basdir sambir menepuk bahu Rian yang duduk disampingnya.

Sementara itu, Jumriah turut menceritakan aktifitas kesehariaanya. Suaminya dalam kondisi sakit stroke hanya dirawat di rumah. Sementara dia tiap hari menjadi tukang cuci keliling.

“Rehan dan Bayu biasanya bantu memilah bahan bekas dipenampungan pemulung pak, kalau kakanya dulu biasa jual kacang,” cerita Jumriah dengan mata yang berkaca-kaca.

Dia pun berterima kasiah atas bantuan Basdir yang memberikan Rehan dan Bayu seragam sekolah lengkap dan uang saku. “Terima kasih banyak pak, jadi sekolahki baik-baik di nak,” ucap Jumriah saat Basdir pamit untuk pulang. (chaidir pratama/pojoksulsel)



loading...

Feeds