Danny Buka Festival Teater Indonesia Bengkel Sastra FBS UNM ke-13

Walikota Makassar Danny Pomanto membuka Festival Teater Indonesia ke-13 yang diselenggarakan Bengkel Sastra, Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), Universitas Negeri Makassar (UNM).

Walikota Makassar Danny Pomanto membuka Festival Teater Indonesia ke-13 yang diselenggarakan Bengkel Sastra, Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), Universitas Negeri Makassar (UNM).

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Walikota Makassar Danny Pomanto membuka secara resmi Festival Teater Indonesia ke-13 yang diselanggarakan Bengkel Sastra, Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), Universitas Negeri Makassar (UNM).

Festival Teater ini diikuti 19 universitas se Sulawesi Selatan dan Barat dengan mengangkat tema Rupa Tau. Ada pun kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Ammanagappa UNM, Kamis (23/11/2017) ini disupport langsung Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar.

Apresiasi besar pun dilayangkan Danny. Menurutnya terater itu bukanlah hal yang gampang, karena dia merupakan seni mengolah tubuh, jiwa, gerak, dan bagaimana menangkap irama serta aroma alam dan juga trend selera dari masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi dengan adanya festival ini. Ini menunjukkan progres kemajuan berteater di UNM. Beda seni dengan arsitek itu sangat tipis,” pungkas Wali Kota berlatar belakang arsitek ini.

Danny mengatakan saat ini dirinya telah membangun sebuah panggung terapung raksasa di Pantai Losari.

“Kita akan bikin dua yang seperti itu. Kita akan gelar open broad way, kita buat pertunjukan seni, Sabtu Minggu, untuk menguji kemampuan seni anak-anak kita di situ ketimbang mereka terlibat narkoba, hisap lem.

Ia pun menantang seluruh mahasiswa yang hadir agar bisa juga berpartisipasi aktif dalam menyukseskan hal tersebut.

Sebelumnya, Dekan FBS UNM, Dr. Syarifuddin Dolla menyampaikan agar festival tersebut menjadi ajang silaturrahmi dan bagian pelestarian budaya.

“Saya juga berharap ini menjadi bagian pelestarian budaya bangsa khususnya di Sulselbar. Semoga di tangan saudara-saudara budaya kita bisa lestari berkembang terus menjadi budaya bangsa yg kita cintai,” pungkasnya.

(rls/chaidir pratama/pojoksulsel)



loading...

Feeds