Indira Ibarat Benang Keluar dari Baju, Harus Digunting

Deklarasi Danny Pomanto dan pasangannya Indira Mulyasari Paramastuti di Anjungan Pantai Losari, Rabu (22/11/2017).

Deklarasi Danny Pomanto dan pasangannya Indira Mulyasari Paramastuti di Anjungan Pantai Losari, Rabu (22/11/2017).

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Keputusan kader Nasdem Indira Mulyasari Paramastuti yang melakukan deklarasi pasangan bersama Wali kota Petahana Danny Pomanto dianggap melanggar aturan dan tata tertib dari partai besutan Surya Paloh itu. Padahal diketahui, NasDem Makassar sejak awal sudah memutuskan untuk mendorong Ketua DPD NasDem Makassar Andi Rachmatika Dewi (Cicu).

Tak lama setelah deklarasi tersebut, jajaran pimpinan DPD NasDem Makassar pun menentukan sikap melalui rapat mengenai sanksi yang akan diberikan Indira yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Makassar itu.

“Hasil rapat kami, pertama terkait nasib Indira, dia melanggar AD/ART dan keputusan partai, status bendahara dia juga dianulir, dia bukan pengurus lagi, terkait ketua garnita juga ternyata sudah diajukan lebih dulu oleh sekertaris Garnita Ummu Kalsum,” beber Ketua Bappilu NasDem Makassar, Mario David, Rabu (22/11/2017) malam.

Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) Nasdem Makassar, Mochtar Juma menegaskan sikap Indira yang memilih menjadi pendamping Danny Pomanto pada deklarasi pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Makassar 2018 mendatang merupakan perlawanan terhadap keputusan partai.

“Deklarasi itu sudah berarti perlawanan dari kader itu sendiri, saya akan menertibkan. Harga matinya, dia harus mundur atau dimundurkan. Mulai hari ini, secara De facto, dia (Indira) bukan lagi kader NasDem,” tegas Mochtar Juma.

“Kader kami yang satu ini ibarat benang yang keluar dari baju kita, harus di gunting memang, karena tidak bisa lagi dimasukkan,” tambahnya.

Pihaknya juga telah menyiapkan rekomendasi terkait sanksi yang akan diberikan kepada Indira.

“Di Nasdem itu ada frame, semua jadi catatan dan harus dirapatkan. Kita akan tetap ikuti prosedur. Karena ini hasil keputusan bersama dibawah kepemimpinan Rachmatika Dewi. Landasan kami juga jelas, jadi DPP akan mempertimbangkan positif tawaran kami untuk itu,” jelas Mochtar Juma.

Hal sama juga disampaikan Ketua Bidang Media DPD NasDem Makassar, Supratman. Ia mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk tidak memecat Indira.

“Tidak ada alasan untuk tidak memecat Indira, dia sudah melanggar beberapa hal, pertama dia melanggar hasil keputusan rakerda beberapa waktu lalu yang mana dalam keputusan tersebut dia (Indira) juga ikut bertanda tangan. Kedua, DPP telah mengeluarkan rekomendasi kepada Ibu Cicu, dengan majunya sebagai calon pendamping petahana secara otomatis dia melawan keputusan DPP,” ujar Supra sapaannya.

(chaidir pratama/pojoksulsel)



loading...

Feeds