Usai Deklarasi DIAmi, Indira Tak Boleh Pakai Atribut NasDem

Rapat evaluasi dan konsolidasi pergerakan Tim Pemenangan Ketua DPD NasDem Rachmatika Dewi sebagai calon walikota Makassar, di Kantor DPC NasDem, Jalan RS Faisal, Makassar, Selasa (21/11/2017).

Rapat evaluasi dan konsolidasi pergerakan Tim Pemenangan Ketua DPD NasDem Rachmatika Dewi sebagai calon walikota Makassar, di Kantor DPC NasDem, Jalan RS Faisal, Makassar, Selasa (21/11/2017).

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Jajaran Pimpinan DPC Partai NasDem Kota Makassar, Selasa (21/11/2017) malam, menggelar rapat evaluasi dan konsolidasi pergerakan tim pemenangan ketua DPD NasDem Rachmatika Dewi sebagai calon walikota Makassar, di Kantor DPC NasDem, Jalan RS Faisal, Makassar.

Rapat pra kondisi sebelum rapat pleno diperluas tersebut digelar untuk nantinya mengagendakan pembahasan evaluasi dan konsolidasi pergerakan tim pemenangan partai.

Rapat yang digelar selama 3 jam itu menemukan banyak fakta lapangan yang dianggap perlu segera diadakan perbaikan dan pemantapan, untuk menjaga kesolidan di tubuh partai besutan Surya Paloh tersebut.

Di antara sejumlah keputusan, rekomendasi rapat yang menonjol adalah bagaimana mengantisipasi calon lawan pasangan incumbent Danny Pomanto yang akhirnya mengambil salah satu kader NasDem yakni Indira Mulyasari Paramastuti, dan dipastikan akan menggelar deklarasi pada Rabu (22/11/2017).

“Kami meminta mulai besok (hari ini) setelah deklarasi pasangan DIAmi, Indira tidak lagi menggunakan simbol-simbol partai, simbol kedekatan dengan keluarga IAS dan kedekatan lainnya sesama anggota fraksi Anggota NasDem yang ada di DPRD Makassar,” tegas Mario David ketua Bappilu NasDem Makassar.

Pernyataan tersebur sekaligus menegaskan bahwa di dalam tubuh organisasi tidak ada dualisme keberpihakan.

(chaidir pratama/pojoksulsel)



loading...

Feeds