Lawan Praperadilan Setya Novanto, KPK Harus Lakukan Hal Ini

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSULSEL.com – Tersangka dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP Setya Novanto kembali melakukan perlawanan terhadap KPK dengan cara mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sidang perdana rencana digelar pada 30 November 2017.

Gugatan ini merupakan kedua kalinya yang ditempuh oleh Novanto setelah menang di praperadilan sebelumnya. Pakar hukum pidana Universitas Trisakti Abdul Hajar Fickar mengatakan, agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak menelan kekalahan untuk yang kedua kali, maka KPK harus memperkuat barang bukti kasus dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara sebesar Rp2,3 triliun ini.

“Nanti agar mengajukan bukti sebanyak-banyaknya dan selengkap- lengkapnya, agar Praperadilannya ditolak atau tidak diterima,” kata Fickar ketika dihubungi wartawan Selasa (21/11).

Kemudian, Fickar juga berharap KPK untuk segera merampungkan berkas penyidikan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP yang menjerat Setya Novanto jadi tersangka. Jika rampung, berkas segera dilimpahkan ke pengadilan tindak pidana korupsi.

Menurut Fickar, pelimpahan berkas perkara dirasa perlu dilakukan segera agar KPK tidak lagi menelan kekalahan. Gugatan praperadilan untuk kedua kalinya itu secara otomatis akan gugur jika berkas telah selesai dan dilimpahkan ke pengadilan.

“Mempersiapkan penberkasan kasus Setnov dengan segera, agar dapat diserahkan ke pengadilan. dengan diterimanya berkas perkara di pengadilan, maka praperadilan dengan sendirinya gugur,” papar Fickar.

Sebelumnya Humas PN Jaksel, Made Sutrisna menyebut jika sidang perdana gugatan praperadilan yang diajukan pihak Novanto akan digelar perdana pada 30 November 2017. Sidang itu akan dipimpin oleh hakim Kusno, SH, MHum.

Sementara itu, Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, ada dua prinsip yang dipakai pihaknya dalam proses perampungan berkas penyidikan suatu perkara. Pertama, kata Febri, soal kehati-hatian dalam proses pemberkasan.‎

“Jadi berkas yang kita dikumpulkan dalam berkas akan kita susun semaksimal mungkin dengan argumentasi dan bukti-bukti sekuat-kuatnya,” kata dia. 

(elf/JPC/pojoksulsel)



loading...

Feeds