Kapolda Muktiono Rilis Pengungkapan Kasus Narkotika Jaringan Amir Aco

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Ditres Narkoba Polda Sulsel merilis pengungkapan kasus jaringan narkotika terpidana mati Amir Aco, di Mapolda Sulsel, Senin (20/11/2017).

Rilis pengungkapan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Sulsel Irjen Pol Muktiono didampingi Dir Narkoba Polda Sulsel Kombes Pol Eka Yudha, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani.

Turut hadir dalam konferensi pers Ka Kanwil Beacukai Sulsel Untung Basuki, Kepala Beacukai Makassar Gusmiadirrahman, Kepala Lapas Makassar Marasidin.

Kapolda Muktiono mengatakan, pada kasus pengungkapan kasus ini merupakan jaringan yang dikendalikan dari dalam Lapas Makassar.

“Jadi bukan persoalan jumlahnya. Tapi ini tentu melihat dampaknya yang dikendalikan oleh terpidana mati dari dalam Lapas,” kata Kapolda Muktiono, Senin (20/11/2017).

Muktiono menyebutkan, pil ekstasi yang berhasil ditemukan dalam pengiriman sebanyak 987 butir. Namun, hal yang sangat membahayakan adalah sistem berjaringan dalam peredarannya.

Lebih jauh Muktiono menegaskan bahwa Polda Sulsel sampai saat ini, tetap konsisten dalam pemberantasan korupsi.

Muktiono juga menyampaikan apresiasi kepada Beacukai yang telah ikut membantu dalam pengungkapan jaringan ini.

Diketahui, dalam pengungkapan ini telah diamankan 6 pelaku jaringan Amir Aco pada Jumat (17/11/2017).

Mereka adalah ibu rumah tangga Andi Sandra Puspa Dewi (23) sebagai penerima barang bersama suaminya Suriansa (25). Dari penangkapan tersebut anggota kepolisian terus melakukan pengembangan dari jaringan ini, dan berhasil diamankan dua orang lainnya yang ingin mengambil paket itu di rumah Andi Sandra Puspa Dwi. Keduanya adalah Tamrin Harapan (42) dan seorang remaja berinisial AR (16).

Dari pengakuan keduanya, anggota kemudian melakukan pengembangan ke Jalan Cendrawasih V Makassar, dan berhasil mengamankan seorang nenek berusia 73 tahun, Sufiati Dg Kanan bersama seorang perempuan Amira (18).

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds