Buka Diklat Profesi Guru, Sekda Minta Manfaatkan IT

Sekda Luwu Utara Abdul Mahfud

Sekda Luwu Utara Abdul Mahfud

SEKRETARIS Daerah (Sekda) Abdul Machfud meminta seluruh guru untuk menguasai dan memanfaatkan informasi teknologi (IT) secara baik dan benar. Hal itu perlu dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas para guru. Demikian dikatakan Mahfud saat membuka Pendidikan dan Pelatihan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), Senin (20/11), di Aula Hotel Remaja Indah Masamba.

“Guru itu tidak boleh berhenti belajar. Dia harus meningkatkan kompetensinya, terus mengembangkan diri, dan memperbanyak ilmu. Caranya, kuasai dan manfaatkan teknologi dan informasi yang saat ini kian berkembang sangat pesat,” ujar Mahfud di hadapan 160 peserta diklat yang terdiri dari 80 guru SD dan 80 guru SMP.

Mahfud menambahkan, ada empat kompetensi yang harus dimiliki seorang guru sesuai Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007, yaitu kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial. Keempat kompetensi ini, kata Mahfud, merupakan kemampuan personal seorang guru yang harus dimiliki untuk menjadikan guru bisa bekerja secara profesional.

“Menjadi profesional berarti ahli di bidangnya. Dan seorang ahli tentunya berkualitas dalam melaksanakan pekerjaannya. Meski demikian, tidak semua ahli itu menjamin kualitas, karena dia harus dilengkapi dengan integritas. Jadi guru itu, selain ahli di bidangnya, dia harus berintegritas. Inilah yng disebut guru yang berkualitas,” terang Mahfud.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan, Muhammad Azis, dalam laporannya mengatakan, Diklat PKB yang dilaksanakan selama enam hari, mulai 20 – 25 November 2017, bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dan memutakhirkan kompetensi guru guna memenuhi kebutuhan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. “Semua tujuan itu muaranya adalah menjadikan guru sebagai tenaga yang profeskional,” ujar Azis.

Narasumber dalam diklat ini adalah LP3TK – KPTK Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan untuk jenjang sekolah dasar, serta P4TK IPA Bandung dan P4TK IPS Malang untuk jenjang sekolah menengah pertama. “Kita berharap setelah mengikuti diklat ini, para guru dapat mengambangkan kompetensinya secara baik, sehingga tercipta guru yang betul-betul berkualitas,” pungkasnya. (rls/pojoksulsel)



loading...

Feeds