2019, BPJS Target Seluruh Warga Sulsel Terdaftar JKN

Deputi Direksi Wilayah Sulselbar, Sultra dan Maluku BPJS Kesehatan, I Made Puja Yasa

Deputi Direksi Wilayah Sulselbar, Sultra dan Maluku BPJS Kesehatan, I Made Puja Yasa

POJOKSULSEL.com, MAKASSSAR – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Wilayah Sulselbar, Sultra dan Maluku menargetkan seluruh warga Sulsel terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) per 1 Januari 2019 mendatang.

Hingga saat ini, sudah 75,4 persen atau 7.145.794 jiwa warga Sulsel telah terdaftar sebagai peserta JKN. Sementara sisanya 2.332.233 jiwa atau 24,6 persen non JKN atau tidak terdaftar.

“1 Januari 2019, kita targetkan sudah terkover semua,” kata Deputi Direksi Wilayah Sulselbar, Sultra dan Maluku BPJS Kesehatan, I Made Puja Yasa bersama jajaran saat bertemu Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, di Rujab Gubernur, Senin (19/11/2017).

Pada pertemuan itu, I Made Puja Yasa mengatakan cakupan komposisi peserta JKN di Sulsel adalah Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN sebanyak 3.184.528 jiwa atau 44,6 persen, PBI APBD 1.734.456 jiwa dengan prosentase 24,3 persen.

Kemudian, Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) Pekerja Mandiri 912.607 jiwa atau 12,8 persen, Pekerja Penerima Upah (PPU) Pemerintah 743.064 jiwa atau 10,4 persen, PPU Swasta 346.545 jiwa atau 4,8 persen. Sementara Bukan Pekerja (penerima pensiun, veteran, perintis kemerdekaan dan lain-lain) 224.599 jiwa atau 3,1 persen.

Pada kesempatan yang sama, I Made Puja Yasa juga melaporkan kendala yang dihadapi BPJS selama ini. Yakni belum meratanya pelayanan ini termasuk di Sulsel terutama distribusi fasilitas kesehatan, dan belim tersedianya dokre di semua Puskesmas.

“Inilah yang menjadi pekerjaan rumah kita, baik pemerintah pusat atau pemerintah daerah,” sebutnya.

I Made menambahkan berdasarkan standar badan kesehatan dunia WHO, SDM tenaga dokter dan fasilitas kesehatan di Sulsel masih harus ditingkatkan.

Standar WHO satu dokter untuk 5.000 peserta sedangkan untuk fasilitas kesehatan satu tempat tidur untuk 1000 peserta.

“Dokter kita satu berbanding 5.800 sedangkan tempat tidur kita tidak merata, walaupun kita sudah satu berbading 800 tetapi masih ada kabupaten/kota berbanding satu berbanding 3000,” ujarnya.

Sementara itu Gubernur Sulsel SYL mendukung langkah yang dilakukan BPJS Kesehatan untuk upaya peningkatan peserta.

“Pada prinsipnya gubernur mendukung BPJS Kesehatan, bahkan menantang kita bersama Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel menjadi terbaik di Indonesia untuk pelayanan JKN,” pungkas I Made.

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds