SYL: Salah Kelola Informasi, Negara Hancur

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. | DOK. POJOKSULSEL

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. | DOK. POJOKSULSEL

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menerima para peserta Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ke-8 Komisi Informasi (KI) se-Indonesia dengan jamuan makan malam di Pelataran Lakipadada, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jalan Sungai Tangka, Rabu (15/11/2017).

Jamuan makan malam atau welcome dinner ini juga dihadiri oleh Anggota Komisi I DPR RI Roy Suryo.

Rakornas KI ke-8 kali ini tergolong unik karena hanya berselang sehari pelaksanaannya, telah dilaksanakan Sidang Pleno Pertama Komisioner KI Pusat yang langsung menetapkan Ketua dan Wakil Ketua KI Pusat.
Sidang Pleno KI Pusat yang berlangsung di Jakarta pada Selasa (14/11), berdasarkan pengambilan keputusan secara voting terpilih Ketua KI Pusat Tulus Subardjono dan Wakil Ketua Gede Narayana.

Namun, sebelum Rakornas didahului acara Diskusi Terbatas KI Sulsel pada, Rabu (15/11) di Hotel Golden Makassar.

Ketua Streering Committee (SC) Rakornas VIII Komisi Informasi (KI) Abdul Hamid Dipopramana, mengatakan untuk Rakornas dilaksanakan pada 16-18 Nopember dengan tema “Keterbukaan Informasi Publik Untuk Membangun Demokrasi dan Mencegah Korupsi”, dilaksanakan di SwissBel Hotel Makassar.

Abdul Hamid menyebutkan sambutan gubernur paling meriah dan luar biasa yang dirasakan selama berada di KI Pusat adalah sambutan dari Gubernur Sulsel.

“Mohon Pak Gub juga membuka besok, walaupun suratnya belum ada, jadi agak kurang sopan ini Pak, karena seperti menembak langsung di forum umum,” sebutnya.

Saat jamuan makan malam, Abdul Hamid mengaku kagum dengan budaya Sulsel termasuk olahraga tradisional sepak takraw yang ditampilkan.

Ketua Komisi Informasi (KI) Pusat Tulus Subardjono, mengaku kagum dengan cerita SYL bahwa Ki Hajar Dewantara dari Sulsel.

“Saya juga tercengang bahwa Ki Hajar Dewantara dari sini, sebab saya orang taman siswa, murid taman siswa,” ujar Tulus.

Bahkan dia menambahkan bertambah bangga karena dulu dari cerita SYL, penjajah Belanda pernah mendirikan negara Indonesia Timur, tetapi masyarakat Bugis-Makassar (Sulsel) menolak.

Gubernur Sulsel SYL dalam sambutannya menyebutkan informasi dan teknologi informasi perlu ditata serta dikelola dengan baik.

“Masalah informasi sangat penting dan strategis, ini yang merubah segalanya saat ini, kapan kita salah negeri ini bisa hancur,” ucap Syahrul YL.

SYL berharap agar Rakernas KI yang dilaksanakan di Makassar, Sulsel mampu melahirkan rekomendasi yang kuat dan mampu memperkuat eksistensi dan kedaulatan negara.

“Kita menjaga negara ini agar tidak hancur,” pungkasnya.

(rilis/muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds