Ini Identitas Teroris Pembakar Polres Dharmasraya, Anak Perwira Polisi

Wakapolri Komjen Syafruddin | POJOKSULSEL - MUH FADLY

Wakapolri Komjen Syafruddin | POJOKSULSEL - MUH FADLY

POJOKSULSEL.com, JAKARTA – Dua identitas pelaku pembakaran Polres Dharmasraya akhirnya diungkap oleh penyidik kepolisian. Keduanya masing-masing Eka Fitra Akbar (24) dan Enggria Sudarmadi (25)

Wakapolri Komjen Pol Syafrudin menyebutkan, insiden pembakaran Mapolres Dharmasraya terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, pelakunya dua orang dan mereka juga menghalangi proses pemadaman api.

Syafrudin pun membenarkan adanya informasi pembakaran Mapolres Dharmasraya pada Minggu (12/11) dini hari, dilakukan oleh anak perwira polisi.

“Iya betul, kita sudah lakukan pemeriksaan terhadap orang tuanya,” kata Komjen Pol Syafrudin di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (13/11).

Saat kejadian, kedua pelaku menembakan busur panah kepada petugas kepolisian yang mencoba memadamkan api. Namun, petugas menindak tegas terhadap kedua pelaku dengan melepaskan timah panas hingga tewas di tempat.

Salah satu dari dua orang tersebut, Eka Fitra, diduga mempunyai hubungan darah dengan Kanit Reskrim di Polsek Plepat, Muara Bango, Jambi, Iptu M. Nur.

Meski tidak menyebutkan nama, Syafruddin membenarkan bahwa salah seorang pelaku pembakaran Polres Dharmasraya adalah anak dari seorang perwira polisi.

“Yang bersangkutan sudah lama meninggalkan rumahnya dan sudah tidak ada hubungan dengan orang tuanya, termasuk orang tuanya juga dilakukan investigasi secara mendalam,” ungkap Syafrudin.

Di samping itu, terkait motif pembakaran dan kelompok mana yang mendalangi tindakan Eka dan Enggria masih dalam proses penyelidikan. Hingga saat ini, informasi yang ada masih belum terlalu lengkap. Namun, Syafruddin juga tidak menyangkal adanya indikasi Eka dan Enggria tergabung dalam kelompok teroris tertentu.

“Densus 88 dan aparat keamanan lainnya yang ada di Sumatera Barat serta intelijen kepolisian sedang melakukan inventarisasi dan investigasi menyeluruh terhadap masalah ini,” jelas Syafrudin.

Terkait hal yang sama. Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto menuturkan, langkah selanjutnya yang diambil oleh kepolisian adalah mengecek informasi tersebut. Nantinya, ada tes DNA yang akan dilakukan terhadap pihak-pihak tertentu, tapi tidak spesifik pada M. Nur saja. Hal ini karena tidak ada kepastian identitas yang ditemukan dari jasad kedua pelaku pembakaran tersebut.

“Saya belum tahu pasti karena kan itu nggak ada identitas. Saya harus cari tahu betul. Kalau kita bicara tidak boleh berandai-andai. Kalau itu pasti orang tuanya ya pasti identik, ya kalau tidak ga akan disebutkan,” tutur Irjen Pol Setyo Wasisto, Senin (13/11) di kompleks Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Setyo juga meyakini, bahwa Densus 88 Antiteror akan mendalami penyelidikan kasus ini dengan serius. Meski mempunyai alat sidik jari yang canggih di kepolisian, pihaknya tetap belum bisa memastikan dengan cepat siapa identitas pelaku tersebut.

“Nanti saya cek lagi. Itu ada alatnya, sih (sidik jari, Red). Yang penting kalau sudah punya e-KTP. Kalau sudah punya e-KTP pasti terungkap (identitasnya, Red),” pungkas Setyo. (JPC/pojoksulsel)



loading...

Feeds

Roro Fitria narkoba

Jejak Kontroversi Roro Fitria

POJOKSULSEL.com – Artis Roro Fitria terkenal dengan kontroversinya. Baru-baru ini, dia ditangkap polisi dengan kasus narkoba. Sejauh ini, Roro Fitria …
Nagita Slavina arisan dollar

Ini Doa Nagita Slavina di Ulang Tahunnya

POJOKSULSEL.com – Besok (17/2/2018) merupakan hari yang spesial bagi Nagita Slavina. Selain hari ulang tahunnya, besok juga hari ulang tahun …