Surat Murid SD Bulukumba untuk Presiden Jokowi. Isinya Bikin Haru…

Murid SD di Bulukumba menulis surat untuk Presiden Jokowi.

Murid SD di Bulukumba menulis surat untuk Presiden Jokowi.

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Syifa Aulia siswa kelas 4 SDN 90 Bulukumba, Sulawesi Selatan bersama ratusan anak mengikuti Gerakan #AyoMenulis yang diinisiasi oleh perusahaan alat tulis Indonesia, PT Standardpen Industries bersama para pegiat literasi Indonesia.

Bertempat di SD 279 Talle Talle, pada Rabu (25/10/2017) lalu, Syifa menyampaikan harapannya agar Presiden RI Joko Widodo datang ke sekolahnya. “Saya ingin Bapak Presiden datang melihat sekolah kami, melihat anak-anak yang kurang mampu juga untuk melihat anak-anak yang berprestasi,” demikian surat yang ditulis Syifa.

Lain lagi surat yang ditulis oleh Dian Fadillah siswi kelas 5 SDN 279 Talle-Talle yang menyampaikan keinginannya agar Presiden Joko Widodo menghajikan neneknya. Saya ingin meminta tiket haji untuk nenek saya, karena saya ingin membahagiakan nenek saya dan orang tua saya.

Gerakan #ayomenulis di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan dimulai sejak satu pekan terakhir, mengawali kegiatan di Kecamatan Kajang, Pulau Liukang Loe Kecamatan Bonto Bahari, Kahaya Kecamatan Kindang, dan hari ini (25/10) kegiatan diselenggarakan di Kecamatan Rilau Ale. Sementara Kabupaten Sinjai kegiatan dilaksanakan di SDN 45 Boja (fillial) Desa Puncak.

Ratusan lembar surat ditulis anak-anak dengan berbagai bahasa dan ungkapan. Ada yang bercerita tentang kondisi sekolah, menulis cita-cita, ungkapan kepedulian terhadap teman-temannya, ada yang meminta buku, ada juga yang bercerita tentang kondisi orang tuanya. Seperti Fatin Jusnira Fasira, siswi kelas 279 Talle-Talle bercerita tentang orang tuanya yang sudah berpisah.

“Melalui surat ini saya sampaikan tentang keluarga saya yang tidak utuh atau tidak harmonis. Saya tidak memiliki Bapak, KK juga akta kelahiran. Saya butuh akta kelahiran dan kartu KIP karena orang tua saya tidak bisa membiayai semuanya. Saya juga ingin memiliki keluarga seperti Bapak yang harmonis,” tulis Fatin dalam suratnya.

Dengan adanya kegiatan belajar menulis surat ini, diharapkan anak-anak kembali giat menulis baik di sekolah maupun di rumah. Selain itu anak-anak diharapkan bisa bercerita tentang daerah atau tentang kearifan lokal setempat.

“Ada banyak cara sederhana yang bisa kita lakukan untuk memupuk semangat dalam pengenalan literasi pada anak. Dari ajakan membaca 15 menit, menulis 15 menit hingga gerakan #seninmenulis 15 menit di seluruh sekolah,” kata Nury Sybli, pegiat literasi yang mengawal kegiatan Gerakan #AyoMenulis di seluruh Indonesia.

Dia menjelaskan, kegiatan menulis surat untuk Presiden RI ini diharapkan menjadi pengalaman yang bernilai dan menjadi tradisi bagi anak-anak dalam menulis tangan.

“Akar dari pengetahuan itu Baca Tulis, jadi butuh kerjasama yang baik antara guru dan orang tua untuk mengenalkan literasi sejak dini,” papar Nury.

Nury mengaku prihatin melihat mentalitas anak-anak di Bulukumba yang masih terbiasa dengan mencontek atau menulis dengan bahasa daerah. Masih banyak anak-anak yang menulis dengan bahasa bugis konjo. Misalnya, menyebut Presiden dengan Presideng (NG), kesehatan dengan kesehatang (NG).

“Ini tugas kita untuk mengenalkan bahasa Indonesia yang baik sekaligus kapan kita menggunakan bahasa daerah,” paparnya.

(rls/chaidir pratama/pojoksulsel)



loading...

Feeds