Karyawan THM dan Anaknya Tidur di Depan Pintu DPRD Palopo, Ini Tuntutannya

Perempuan karyawan THM tidur di lantai Gedung DPRDPalopo saat berlangsungnya rapat penyampaian aspirasi tertutup di ruang Komisi III DPRD Palopo, Senin (24/10/2017). | POJOKSULSEL - BAYU

Perempuan karyawan THM tidur di lantai Gedung DPRDPalopo saat berlangsungnya rapat penyampaian aspirasi tertutup di ruang Komisi III DPRD Palopo, Senin (24/10/2017). | POJOKSULSEL - BAYU

POJOKSUSEL.com, PALOPO – Rapat penyampaian aspirasi tertutup yang digelar di ruang Komisi III DPRD Palopo, Senin (23/10/2017), berakhir tanpa menghasilkan solusi cepat. Rapat itu terkait peraturan tempat hiburan malam (THM) di Palopo yang dilarang menjual minuman beralkohol atau minumal keras (miras).

Saat berlangsungnya rapat yang menemui jalan buntu, perempuan karyawan THM yang mendatangi Gedung DPRD Palopo tidur di ubin atau lantai depan pintu bersama seorang anak. Pemandangan perempuan tidur (berbaring) yang diduga bersama anaknya itu menjadi perhatian wartawan dan mereka yang datang ke DPRD Palopo.

 

Akibat belum adanya kepastian, anggota polisi dari Polres palopo bersikukuh berjalan sesuai aturan, dengan menunggu terbitnya SIUP-MB atau terbitnya peraturan walikota (perwali) soal itu.

Sementara, Komisi I dan III DPRD Palopo mendesak Asisten III yang mewakili Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo agar secepatnya menyiapkan dan membuat perwali agar THM bisa beroperasi kembali sesuai peraturan yang berlaku.

“Kita menunggu perwali terbit. Jika dalam waktu tiga hari tidak juga terbit perwal tersebut, maka kami akan menduduki Kantor Walikota dan DPRD dengan massa lebih banyak,” ujar konsultan pendamping Asosiasi Pengusaha THM Palopo Rudi Rasyid.

Lebih lanjut, Bayu, sapaan akrab Rudi Rasyid, mengatakan, jika selama tidak beroperasinya THM di Kota Palopo akibat pelarangan menjual miras, membuat hidup sekitar 400 karyawan atau pekerja THM terkatung-katung.

“Mereka tidak lagi berpenghasilan dan terancam di-PHK karena tidak beroperasinya THM sejak dua pekan lalu,” jelasnya.

Pantauan media ini saat ratusan Karyawan dan Pelayan mengadu ke DPRD Palopo, ada dari mereka membawa anak dan bayinya. Mereka teriak keluarganya tergantung kepada pekerjaannya di THM. Salah satu dari mereka juga berteriak kalau anaknya butuh susu dan makan.

“Anak kami butuh susu dan makan, Pak. Jadi tolonglah kepastian nasib kami,” teriak salah seorang ibu yang membawa anaknya.

Kekesalan juga dirasakan salah seorang karyawan yang merasa tidak adanya kepastian nasibnya dan memganggap jika rapat yang di laksanakan hanya formalitas belaka tanpa ada kepastian.

“Percuma saja rapat hanya buang waktu tidak ada hasil (bodong red). Kami mau makan apa kalo kondisinya terus begini. Kasihan nasib kami,” kesal salah satu karyawam Marcopolo sambil betlalu keluar dari gedung DPRD Palopo.

(bayu/pojoksulsel)



loading...

Feeds

IYL-Cakka

IYL: Mari Ciptakan Politik Santun

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Rapat Koordinasi (Rakor) jaringan pemuda dan mahasiswa untuk Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka), sukses digelar di Hotel …
Indra Sjafri

PSSI: Terima Kasih Indra Sjafri

POJOKSULSEL.com, JAKARTA – Indra Sjafri sudah resmi tidak menangani lagi Timnas Indonesia U-19. Kepastian itu diungkapkan PSSI pada jumpa pers …
Setya Novanto

Ini Kata Setnov Soal Tahanan KPK

POJOKSULSEL.com, JAKARTA – Tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP Setya Novanto sudah dua hari menginap di rumah tahanan lembaga antirasuah …
Andi Sudirman Sulaiman

Sudirman Sulaiman Sasar 70 Desa di Wajo

POJOKSULSEL.com, WAJO – Menyusuri desa-desa, menyapa dan mendengarkan harapan serta keluhan masyarakat menjadi bagian yang menarik dari aktifitas bakal calon …