Coba Cara Ini Agar Sperma Sehat

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSUSLEL.com – Makanan yang dikonsumsi tiap hari wajib mengandung energi dan gizi seimbang yang dibutuhkan oleh tubuh. Selain makanan, ternyata kualitas tidur setiap malam juga erat kaitannya dengan kesahatan. Bahkan tidur tak berkualitas mempengaruhi kualitas sperma.

Kurang tidur yang nyenyak dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan. Sebuah studi baru menemukan data bahwa kurangnya jumlah tidur yang cukup dapat memiliki implikasi serius pada jumlah sperma. Studi tersebut menunjukkan ada hubungan antara durasi tidur dan ukuran kesehatan kromosom pada sperma.

 

Para peneliti telah mempertimbangkan, sampel sperma di tahun 2020 yang disediakan oleh 796 sukarelawan pria dari perguruan tinggi di Chongqing (China) dari tahun 2013-2015. Selama penelitian pria dibedakan menjadi dua kelompok yaitu pria yang tidur selama 9 jam setiap hari dan mereka yang tidur selama 6,5 jam.

Mereka yang tidur selama 9 jam memiliki 41 persen DNA dan mereka yang tidur 6,5 jam memiliki 30 persen DNA. DNA adalah indeks yang mewakili proporsi sperma dengan kromatin abnormal. Chromatin adalah kompleks DNA dan protein yang membentuk kromosom.

“Bahwa kurang tidur, terlalu banyak tidur juga tidak baik. Seperti yang ditemukan pada penelitian sebelumnya bahwa kedua parameter sperma paling tinggi adalah ketika tidur 7-7,5 jam per hari, dan tidur yang lebih lama atau lebih pendek dikaitkan dengan penurunan dua parameter sperma,” kata peneliti asal China Dr. Jia Cao seperti dilansir dari Boldsky, Kamis (19/10).

Penelitian ini sudah diumumkan pada publik dalam jurnal penelitian internasional. Tak hanya bagi kualitas sperma, kualitas tidur juga bisa mempengaruhi lima hal lainnya.

1. Daya Tahan Tubuh
Tidur penting untuk membangun daya tahan tubuh. Saat tidur, sistem kekebalan tubuh menghasilkan sitokin. Sitokin adalah lapisan pelindung yang membantu dalam melawan infeksi dan mencegah tubuh dari bakteri dan virus. Jika tidak tidur nyenyak maka tubuh gagal menghasilkan sitokin dalam jumlah yang cukup dan menyebabkan melemahnya sistem kekebalan tubuh.

2. Masalah Jantung
Tidur sangat penting untuk menjaga kesehatan pembuluh darah. Beberapa penelitian telah menunjukkan bagaimana kurang tidur dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

3. Berat Badan
Kurang tidur dapat menyebabkan seseorang menjadi kelebihan berat badan atau obesitas. Tidur mempengaruhi dua hormon, leptin dan ghrelin, yang mengendalikan rasa lapar.

4. Risiko Diabetes
Bila seseorang tidak memiliki jumlah tidur yang cukup, itu akan mempengaruhi tingkat insulin. Tubuh cenderung melepaskan lebih banyak insulin setelah makan. Hal ini pada gilirannya menyebabkan meningkatnya risiko diabetes tipe 2.

5. Mempengaruhi Sistem Saraf
Tidur nyenyak sangat penting bagi otak. Jadi saat tidak bisa tidur nyenyak tentu dapat mempengaruhi sistem saraf. Kurang tidur dapat menyebabkan kelelahan otak, hal ini mempengaruhi konsentrasi dan pekerjaan terhambat.

(ika/JPC/pojoksulsel)



loading...

Feeds