3 Tahun Pemerintahan Jokowi, Isu Politik Masih Liar

Jokowi-JK

Jokowi-JK

POJOKSULSEL.com – Selama tiga tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo- Jusuf Kalla (Jokowi-JK) di Indonesia, isu politik masih terlihat liar. Para politisi terus memainkan gejolak-gejolak kecil yang membuat stabilitas politik dalam negeri tidak pernah tenang. Padahal ada aspek-aspek lain yang berhasil dilakukannya sejak dilantik pada 20 Oktober 2014 lalu.

Ketua Umum Fornas Bhinneka Tunggal Ika Syaiful Rohim mengatakan, dari sisi pembangunan infrastruktur Jokowi berhasil mengurangi ketimpangan pembangunan di Indonesia Timur dan Barat. Hal itu terlihat dengan banyaknya pembangunan di daerah-daerah timur.

 

Kebijakan ini dilakukan, karena masyarakat tidak menginginkan proses pembangunan tidak terlalu lama. “Terutama untuk di daerah-daerah terpencil, terluar dan terdalam,” Syaiful Rohim kepada wartawan di Jakarta, Jumat (20/10/2017).

Sementara untuk masalah politik, sambung Syaiful, lawan politik selalu mencari celah untuk menjatuhkan lawannnya. Fakta ini menjadi pekerjaan rumah (PR) pemerintah agar memberikan satu keteduhan dalam politik.

Isu-isu sensitif harus segera dihentikan. Politisi harus menunjukkan kedewasaan untuk berpolitik. Perlu diketahui bahwa masyarakat dalam melihat figur terkadang secepat membalikan tangan. “Mari kita bangun kesadaran politik. Harus ada kedewasaaan politik demi negara Republik Indonesia. Pointnya, masyarakat mahasiswa tetap terus berkarya,” ujar pria yang juga dosen Uhamka ini.

Sementara itu, peneliti Indonesia Public Institute Karyono Wibowo mengatakan, selama tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK ada beberapa kebijakan yang sudah berhasil. Selain itu ada beberapa kebijakan yang belum dilaksanakan. “Program pembangunan yang dilakukan Jokowi-JK baru mulai dirasakan di tahun ke-3,” ungkap Karyono Wibowo.

Menurut Karyono, selama Jokowi selama memimpin Indonesia melakukan kebijakan sesuai porsinya. Tahun pertama peletakan dasar regulasi, tahun kedua percepatan membangun dan tahun ketiga baru hasilnya dirasakan. “Ada beberapa hasil pembangunan yang sudah dirasakan tentu saja ada beberapa pro kontra dalam politik,” sebutnya.

Untuk itu masyarakat jangan melihat apa yang dilakukan Jokowi-JK dengan kacamata kuda. Boleh bersuara terhadap kebijakan yang sedang berjalan, tetapi dengan penilaian secara objektif dan didasari oleh data dan fakta.

Karyono menyarankan jangan melakukan penilaian sebuah kebijakan seperti yang dilakukan oleh para politisi. Sebab ada beberapa catatan, terutama Jokowi mengutamakan pembangunan infrastruktur dan pemerataan pembangunan. Contohnya jalan Trans Papua yang berjalan dengan baik.

(iil/JPC)



loading...

Feeds

IYL-Cakka

IYL: Mari Ciptakan Politik Santun

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Rapat Koordinasi (Rakor) jaringan pemuda dan mahasiswa untuk Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka), sukses digelar di Hotel …
Indra Sjafri

PSSI: Terima Kasih Indra Sjafri

POJOKSULSEL.com, JAKARTA – Indra Sjafri sudah resmi tidak menangani lagi Timnas Indonesia U-19. Kepastian itu diungkapkan PSSI pada jumpa pers …
Setya Novanto

Ini Kata Setnov Soal Tahanan KPK

POJOKSULSEL.com, JAKARTA – Tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP Setya Novanto sudah dua hari menginap di rumah tahanan lembaga antirasuah …
Andi Sudirman Sulaiman

Sudirman Sulaiman Sasar 70 Desa di Wajo

POJOKSULSEL.com, WAJO – Menyusuri desa-desa, menyapa dan mendengarkan harapan serta keluhan masyarakat menjadi bagian yang menarik dari aktifitas bakal calon …