Untuk Mengakhiri Tinggal di Rumah Sengketa

Hazairin Sitepu

Hazairin Sitepu

Oleh Hazairin Sitepu

MENERIMA video menyeramkan suasana eksekusi Asrama Latimojong Kota Bogor melalui pesan WhatsApp dari seorang teman. Kamis sore 27 April itu saya sedang di kantor.

 

Melalui pesan WhatsApp pula, meminta teman menggunakan pengaruhnya supaya eksekusi ditunda agar tidak jatuh korban yang lebih serius.

Eksekusi pun tidak dilanjutkan. Kemungkinan ada beberapa pihak juga meminta hal yang sama seperti saya. Semua petugas bubar jalan dan pulang tanpa hasil. Karena kalau dipaksakan, maka akan banyak jatuh korban sore itu. Lalu siapa yang harus bertanggung jawab bila itu terjadi?

Tetapi eksekusi terhadap Asrama Latimojong itu akan tetap dilanjutkan pada waktu yang lain. Sampai objek itu benar-benar berada di tangan pihak yang memenangkan kasasi Mahkamah Agung. Dan eksekusi berikutnya nanti akan sangat memaksa. Sangat keras. Tidak ada toleransi lagi. Karena menunda pada Kamis sore itu, menurut seorang pejabat penting di Kota Bogor, adalah hal sangat tidak lazim.

Karena itu saya memikirkan cara pemecahan komprehensif untuk menyelesaikan masalah yang sudah puluhan tahun itu. Abis magrib di Kamis 27 April itu saya ke Asrama Latimojong bertemu dengan adik-adik mahasiswa guna mendapatkan beberapa informasi yang mungkin saja penting untuk menemukan cara pemecahan.

Jumat keesokan harinya, menemui KH Mustofa (Kiyai Toto) di Pesantren Al-Gazhali untuk memohon supaya lanjutan eksekusi ditunda dulu beberapa bulan. Biar saya bicara dengan beberapa pihak, sehingga masalahnya dapat selesai dengan indah.

Kyai Toto setuju, meski ada pengurus yayasan dan penasihat hukum menentang. Alasannya, mereka sudah terlalu lama menunggu. Padahal sudah memiliki dasar hukum yang sah yakni putusan kasasi Mahkamah Agung. Tetapi akhirnya setuju juga.

Maka, saya lalu memikirkan: pertama, mahasiswa Sulawesi Selatan yang kuliah di Bogor harus punya asrama sendiri, sehingga mereka yang tinggal di situ dapat belajar dengan tenang sampai kuliah selesai. Tidak ada ancaman eksekusi atau pun lainnya. Secara hukum, asrama baru nantinya adalah aset permanen Pemerintah Sulsel sehingga tidak ada pihak-pihak yang menggugat di kemudian hari.



loading...

Feeds

IYL-Cakka

IYL: Mari Ciptakan Politik Santun

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Rapat Koordinasi (Rakor) jaringan pemuda dan mahasiswa untuk Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka), sukses digelar di Hotel …
Indra Sjafri

PSSI: Terima Kasih Indra Sjafri

POJOKSULSEL.com, JAKARTA – Indra Sjafri sudah resmi tidak menangani lagi Timnas Indonesia U-19. Kepastian itu diungkapkan PSSI pada jumpa pers …
Setya Novanto

Ini Kata Setnov Soal Tahanan KPK

POJOKSULSEL.com, JAKARTA – Tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP Setya Novanto sudah dua hari menginap di rumah tahanan lembaga antirasuah …
Andi Sudirman Sulaiman

Sudirman Sulaiman Sasar 70 Desa di Wajo

POJOKSULSEL.com, WAJO – Menyusuri desa-desa, menyapa dan mendengarkan harapan serta keluhan masyarakat menjadi bagian yang menarik dari aktifitas bakal calon …