Kebahagiaan Pengantin Baru Berakhir Tragis. Istri Kabur, Suami Tewas

ilustrasi

ilustrasi

POJOKSULSEL.com, MEDAN – Masa indah pasangan pengantin baru Naftali Madan Yoga Serana (26), dan Kartika (30) berakhir tragis. Pasalnya, sang suami nekat bunuh diri karena ditinggal kabur istrinya.

Tindakan pria yang mengontrak di Jalan Sei Berantas, Linkungan 3 Babura, Medan Sunggal, ini sontak menghebohkan warga sekitar.

 

Terungkapnya kejadian ini bermula dari kekhawatiran Kartika. Dimana, korban tak mengangkat ponsel meski telah berulang kali ditelepon. Untuk memastikan rasa penasarannya, perempuan ini menghubungi Deksen Manalu, penjaga rumah kos tempat mereka mengontrak.

Karena saat ditelepon kebetulan sedang mengantar sewa, siang itu, penarik becak bermotor (betor) Deksen tidak langsung melakukan pengecekan. Usai mengantar penumpang, saksi segera menuju kamar kontrakan korban. Disitu, dia mendapati pintu tak terkunci. Saat masuk, Deksen melihat Yoga sudah tergantung.

“Memang kulihat dia dalam posisi tergantung, tapi aku nggak percaya bunuh diri. Makanya tetap kukasih ponselku kepadanya (korban), sembari menyebut jika istrinya menelepon,” kata Deksen.
Namun karena ponsel yang diberinya tak kunjung diterima, Deksen menyadari jika ada yang tidak beres. Berikutnya dia menghubungi keluarga Kartika.

“Begitu datang, pihak keluarga Kartika langsung memeriksa kondisi korban dan memastikan Yoga telah meninggal dunia. Setelah itu, aku memberitahu Kartika,” beber Deksen.

Sementara itu, Kartika sendiri menyebutkan, jika dia dan suaminya bertengkar beberapa hari lalu. Ingin menenangkan diri, dia memilih pulang ke rumah orang tuanya. “Tak lama tiba di rumah orangtua, saya telepon suami saya tapi tak diangkat-angkat. Makanya saya telepon dan minta tolong sama pak Deksen,” sebutnya.

Diungkapnya, sebelum didapati tergantung di jerjak kamar kost, korban sempat mengirimkan pesan melalui massage WhatsApp. Saat itu, Kartika diminta segera kembali menemuinya.

Pun begitu, Kartika dan keluarga masih belum yakin jika Yoga tewas bunuh diri. Karenanya, mereka meminta polisi melakukan otopsi. Permintaan tersebut disaksikan Kepling setempat, Barata Sitompul.

“Berdasarkan identifikasi Tim Inafis Polrestabes Medan, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan maupun luka-luka pada jasad korban. Pun begitu, jenasah akan diotopsi berdasarkan permintaan pihak keluarga,” terang Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu Martua Manik.

(oki/ras/pm/smg/pojoksulsel)



loading...

Feeds

IYL-Cakka

IYL: Mari Ciptakan Politik Santun

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Rapat Koordinasi (Rakor) jaringan pemuda dan mahasiswa untuk Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka), sukses digelar di Hotel …
Indra Sjafri

PSSI: Terima Kasih Indra Sjafri

POJOKSULSEL.com, JAKARTA – Indra Sjafri sudah resmi tidak menangani lagi Timnas Indonesia U-19. Kepastian itu diungkapkan PSSI pada jumpa pers …
Setya Novanto

Ini Kata Setnov Soal Tahanan KPK

POJOKSULSEL.com, JAKARTA – Tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP Setya Novanto sudah dua hari menginap di rumah tahanan lembaga antirasuah …
Andi Sudirman Sulaiman

Sudirman Sulaiman Sasar 70 Desa di Wajo

POJOKSULSEL.com, WAJO – Menyusuri desa-desa, menyapa dan mendengarkan harapan serta keluhan masyarakat menjadi bagian yang menarik dari aktifitas bakal calon …