2017, 1.024 Pekerja Pariwisata Sulsel Sudah Tersertifikasi

Ilustrasi - Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Bupati Maros Hatta Rahman saat tiba di lokasi Wisata Rammang-ramang, Maros, Senin (1/5/2017). | POJOKSULSEL - MUH FADLY

Ilustrasi - Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Bupati Maros Hatta Rahman saat tiba di lokasi Wisata Rammang-ramang, Maros, Senin (1/5/2017). | POJOKSULSEL - MUH FADLY

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Sebanyak 1.024 pekerja dan calon pekerja di sektor pariwisata Sulsel telah lolos sertifikasi pariwisata di tahun 2017.

Sementara itu, sebanyak 1.601 calon pekerja dan pekerja di sektor pariwisata dari Kalimantan, Maluku dan Papua juga telah lolos sertifikasi pariwisata tahun 2017.

 

Kabid Kerjasama Disbudpar Sulsel Bruno Rantetana mengatakan, para pekerja dan calon pekerja ini disertifikasi oleh lembaga sertifikasi pariwisata (LSP) alAnging Mammiri.

“LSP Anging Mammiri ini adalah salah satunya lembaga yang mendapat lembaga serifikadi nasional,” kata Bruno Rantetana. Selasa (17/10/2017).

Dikatakan Bruno Rantetana, para peserta yang lolos sertifikasi pariwisata ini terdiri atas empat keahlian, yakni food production, from office, house keeping, dan office service.

“Serifikat ini akan diserahkan secara simbolis oleh Pak Gubernur pada puncak HUT 348 Sulsel,” kata Bruno Rantetana.

Bruno Rantetana mengatakan, jumlah angkatan kerja pariwisata Sulsel yang tersertifikasi terus meningkat. Di tahun 2015 hanya 50 karyawan yang lolos sertifikasi pariwisata. Kemudian pada tahun 2016 me tingkat ke angka 500.

Begitu juga angkatan kerja pariwisata di Kawasan Timur Indonesia terus meningkat dari angka 300 orang di tahun 2016, ke angka 1.601 pada tahun 2017.

Bruno Rantetana menyebutkan, Dinas Pariwisata Sulsel akan terus mendorong pekerja pariwisata Sulsel, untuk mengikuti sertifikasi. Meski demikian, Bruno Rantetana mengakui kalau proses sertifikasi pariwisata memang terbilang lama.

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds