Daftar Pesepakbola yang Meregang Nyawa Saat Bertanding

Ribuan Jemaah Antar Choirul Huda ke Peristirahatan Terakhir

Ribuan Jemaah Antar Choirul Huda ke Peristirahatan Terakhir

POJOKSULSEL.com – Kasus kematian kiper Persela Lamongan Choirul Huda menambah panjang deretan pesepakbola tanah air yang meregang nyawa saat bertanding.

Dari sekian nama, memang tak semua pemain meninggal seketika atau dalam jarak waktu yang dekat dengan kejadian.

 

Namun, khusus Choirul Huda adalah pemain pertama yang meregang nyawa tak berselang lama dengan kejadian. Pada pukul 15.47 waktu Indonesia barat (WIB) atau pada menit ke-44 pertandingan, Choirul Huda harus tergeletak di lapangan.

Tak berselang lama atau sekitar lima menit kemudian setelah ditangani di pinggir lapangan, Huda langsung dibawa ke RSUD dr Soegiri Lamongan menggunakan ambulans. Setelah ditangani oleh dokter, Huda sekitar satu jam kemudian atau tepatnya pada pukul 16.45 mengembuskan nafas terakhirnya.

Artinya, hanya satu jam setelah kejadian kiper Legenda yang pernah memperkuat Timnas itu, harus meninggalkan seluruh pecinta sepak bola di tanah air.

Selain Huda, pesepak bola tanah air yang harus meregang nyawa dengan waktu tak berselang lama pasca-insiden di lapangan adalah Eri Irianto. Pemain Persebaya itu harus dirawat sekitar sembilan jam setelah pingsan akibat bertabrakan dengan pemain asing Samson Noujine Kinga.

Eri sempat dilarikan ke rumah sakit. Nahas, dia akhirnya divonis gagal jantung dan meninggal dunia.

Selanjutnya ada Akli Fairuz di Persiraja Banda Aceh. Pemain penyerang itu mengalami musibah pada Mei 2014 saat Persiraja berhadapan dengan PSAP Sigli.

Kala itu, perut Akli tertendang oleh oleh kiper lawan, Agus Rohman. Namin, Akli tak langsung dilarikan ke rumah sakit, tapi justru sempat dibiarkan di pinggir lapangan dengan kondisi kesakitan.

Ternyata, Akli mengalami luka dalam. Dia meninggal enam hari kemudian.

Pemain selanjutnya yang meninggal karena insiden di lapangan tapi tak dalam hitungan jam meregang nyawa adalah Jumadi Abdi. Gelandang PKT Bontang itu pingsan di lapangan setelah ditendang oleh Deny Tarkas sehingga sepatunya pas terkena perut.

Ternyata usus halus Jumadi sobek sehingga kotoran pencernaan makanannya meracuni organ dalam lainnya. Total, dia berada di rumah sakit selama delapan hari. (jpnn/pojoksulsel)



loading...

Feeds

Victor Igbonefo psm makassar

PSM Makassar Incar Victor Igbonefo

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR- PSM Makassar memulai memanaskan perburuan pemain menghadapi Liga musim 2018. Selain mencari striker berpaspor Asia, tim berjuluk Ayam …
deklarasi danny-indira

Ada Obama di Deklarasi Danny-Indira

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Bahar Ngitung (Obama) yang baru saja dilantik sebagai Ketua Tim Pemenangan pasangan bakal calon Gubernur Sulsel 2018, …

Golkar Resmi Usung Ibu Menteri

POJOJSULSEL.com – Partai Golkar resmi mengusung Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa dan ‎Bupati Trenggalek Emil Dardak, dalam Pilgub Jawa …
golkar maros, golkar sulsel, musda golkar maros, calon ketua golkar maros, ketua golkar maros, kandidat ketua golkar maros

Kader Muda: Golkar Kalah dari Setnov

POJOKSULSEL.com – Inisiator Generasi Muda Partai Golkar Mirwan Bz Vauly mengatakan, hasil pleno DPP PG menunjukkan bahwa partai berlambang pohon beringin itu …