Ajaran Syiah Tercium Kemenag, Ini Kata Legislator Parepare

Anggota DPRD Parepare, Minhajuddi Ahmad

Anggota DPRD Parepare, Minhajuddi Ahmad

A‎NGGOTA Komisi III DPRD Parepare Minhajuddin Ahmad mengungkapkan, pihaknya telah lama mengetahui dan mendengar pergerakan terkait keberadaan ajaran Syiah di Parepare.

Isu pesatnya perkembangan ajaran Syiah di Kota Parepare yang dalam sepekan terakhir mulai meresahkan warga.

 

Menurut Min, pengikutnya bahkan dari berbagai golongan yang sebagian besar menyasar masyrakat dari yang idiologinya berafiliasi dengan Syiah.

“Namun pergerakan mereka memang terbilang rapi. Kelembagaan mereka juga belum terbentuk,”kata dia. Kamis (12/10/2017).

Minhajuddin menjelaskan, setidaknya ada lima hal yang membedakan antara ajaran Islam dan Syiah yang kerap mencatut islam. Konsep Imamah, menganggap Al quran telah diotak-atik, menghalalkan nikah mut’ah atau nikah kontrak dan membolehkan para pengikutnya berbohong bahkan mengingkari akidahnya demi menyamarkan identitas keSyiahnnya

“Jika itu dibiarkan berkembang, Syiah akan menjadi ancaman keutuhan NKRI. Karena dinegara manapun Syiah pasti membuat keonaran. Ini bisa saja seperti fenomena gunung es, harus segera ditangkal,”jelasnya.

Dia pun meminta pemerintah dan penegak hukum, untuk mencermati isu tersebut.

“Perlu, karena yang jelas jumlahnya di Parepare sudah banyak,”tandas Legislator Partai Golkar ini.

Ditempat lain, Kasi Penyuluhan Agama Islam Kemenag Parepare Hartati mengatakan, informasi terkait keberadaan kelompok warga penganut ajaran Syiah sudah diterima pihaknya sejak beberapa bulan terakhir.

“Kami banyak mendapat laporan warga dan memang kami sudah mendeteksi keberadaannya. Namun belum dapat kami tahu persis jumlahnya di Parepare, karena sementara masih kami telusuri,”katanya.

Untuk manangkal dan mempersempit ruang gerak agar ajaran Syiah tidak semakin meluas, kata dia, pihaknya intens melakukan penyuluhan terkait bahaya ajaran sesat yang mengatasnamakan Islam.

Seperti yang dikabarkan sebelumnya, Informasi menyebutkan, jika sudah ada beberapa lokasi yang dijadikan tempat perkumpulan penganut Syiah. Salah satunya, di kawasan Kecamatan Bacukiki Barat. Disana terdapat Pondok Pesantren tempat belajar aliran yang telah ditetapkan sesat oleh MUI.

Salah seorang warga setempat yang enggan namanya di publis mengungkapkan, kawasan tersebut bahkan menyerupai perkampungan. Tak ada larangan untuk memasuki kawasan tersebut. Tiap orang yang masuk ke kawasan itu, awalnya akan dibiarkan menjalankan keyakinan sesuai agamanya.

“Tetapi setelah berbaur dengan orang-orang Syiah yang ada di sana, barulah calon pengikut pelan-pelan diajak ikut bergabung,”ungkapnya. (sps/dprdpare/pojoksulsel)

 



loading...

Feeds