Soal Kasus Novel Baswedan, Eh Fahri Hamzah Singgung Malapraktik Hukum

Novel Baswedan. Foto: JPNN

Novel Baswedan. Foto: JPNN

POJOKSULSEL.com – Pada tanggal 11 Oktober ini tepat enam bulan penyidik senior KPK, Novel Baswedan kasusnya bergulir. Namun sampai saat ini belum terungkap siapa pelaku dibalik penyerangnya.

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah mengaku tidak kaget penegakan hukum di Indonesia berjalan lambat. Sebab kasus Pelindo II yang menyeret RJ Lino juga sampai saat ini tidak jelas.

“Jadi kasus hukum di Indonesia ini banyak yang delay. Akibatnya banyak yang menderita akibat malapraktik hukum,” ujar Fahri Hamzah saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/10/2017).

Menurut Fahri, padahal saat ini sudah banyak orang yang menjadi korban dari malapraktik hukum. Namun belum juga ada sistem yang ingin memperbaiki proses hukum tersebut.

“Padahal yang menderita akibat hukum ini banyak sekali,” katanya.

Fahri juga tidak ingin fokus terhadap kasus penyiraman cairan kimia terhadap Novel Baswedan saja. Melainkan keseluruhan kasus yang sudah tidak jelas sudah sampai mana‎ penindakannya.

Oleh sebab itu perlu adanya perbaikan sistem untuk hukum di Indonesia yang lebih baik lagi ke depan. Jangan sampai ada orang yang menjadi korban ketidakjelasan penegakan hukum.

“Makanya perlu adanya perbaikan sistem ini,” pungkas Fahri Hamzah.

Sekadar informasi, Novel Baswedan disiram oleh cairan kimia oleh dua orang tidak dikenal pada Selasa 11 April 2017 lalu. Kala itu Novel Baswedan usai menjalankan ibadah salat Subuh, kemudian dua orang dengan menggunakan sepeda motor langsung menghampiri dan menyiram cairan kimia ke bagian wajah Novel Baswedan.

Atas penyiraman air keras tersebut, saat ini Novel Baswedan sedang menjalani pemulihan di rumah sakit di kawasan Singapura. ‎Sebab saat disiram cairan kimia itu mengenai bagian mata sebelah kanan Novel Baswedan.

(cr2/JPC/pojoksulsel)



loading...

Feeds