Konflik di Tempat Kerja Ternyata Bikin Sakit Jiwa, Ini Gejalanya

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSULSEL.com – Tema besar Hari Kesehatan Jiwa Sedunia tahun ini menyoroti berbagai permasalahan kesehatan jiwa di tempat kerja. Ternyata, banyaknya tekanan dan pengaruh lingkungan sosial di tempat kerja, bisa juga mempengaruhi kesehatan jiwa.

Dalam momentum Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang ditetapkan sejak 10 Oktober 1992, kesehatan jiwa di tempat kerja juga bisa menentukan seseorang nyaman atau tidak.

 

Berbagai tekanan yang sering muncul di tempat kerja di antaranya sikut-sikutan dengan teman kantor, atasan, persaingan prestasi, deadline tugas, masalah gaji, bonus, dan lainnya. Berbagai masalah itu disebut dengan istilah stressor atau pemicu.

“Dapat tekanan ada teman yang membully, gosip, itu semua disebut stressor yang membuat kondisi-kondisi tak nyaman di tempat kerja. Sehingga kalau tak nyaman, mula-mula muncul stres meskipun itu masih normal,” kata Pakar Kesehatan dari Departemen Keperawatan Jiwa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) Prof. Dr. Budi Anna Keliat, S.Kp., M.App.Sc. kepada JawaPos.com di Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Bogor.

Budi menambahkan, sejauh seseorang bisa mengatasinya, maka hal itu dikatakan masih normal. Namun jika sudah tak enak makan, tak bisa tidur, cemas, tak bisa konsentrasi, bahkan malas datang ke kantor, bisa jadi itu tanda-tanda depresi.

“Mulai banyak alasan yang dibikin untuk enggak ke kantor, malas, sedih. Itu tanda-tanda depresi,” jelasnya.

Jika sudah demikian, haruskah pindah kerja?. Budi menegaskan pindah kerja bukan solusi atau akhir dari masalah. Sebab di mana saja tempat kerja, pasti akan mengalami situasi seperti itu.

“Saya selalu mengatakan jangan pernah pindah kerja, bahkan di tempat kerja yang baru harus adaptasi dengan orang lain. Kalau di tempat yang lama, seseorang sudah tahu teman-temannya. Jadilah pahlawan kesehatan jiwa di tempat kerja,” pintanya.

Menurutnya, gaji besar tentu tak sebanding dengan kenyamanan di tempat kerja. Jika sudah sampai tak bisa tidur atau tak bisa konsentrasi, hal itu tentu harus diselesaikan. Bisa dimulai dengan bercerita pada teman atau curhat.

“Lebih dari dua minggu depresi, maka let’s talk. Cari teman jangan pendam sendiri. Meski begitu, jangan katakan ke teman ‘jangan bilang-bilang ya’. Nanti begitu dia bilang-bilang, malah musuhan juga sama teman itu,” ucapnya.

Seseorang yang juga melakukan gosip terhadap orang lain adalah orang yang tak sehat jiwanya. Sebab Budi menegaskan ciri sehat jiwa adalah selalu berpikir positif.

“Saya selalu berprinsip 982. Artinya, jika ada 98 persen yang tak cocok dari orang itu, carilah 2 persen saja yang disuka. Sehingga jangan lihat negatifnya. Sama halnya dengan suami atau istri, carilah 2 persen kecocokannya. Jika tidak, makanya banyak perceraian,” katanya.

(ika/JPC/pojoksulsel)



loading...

Feeds

Victor Igbonefo psm makassar

PSM Makassar Incar Victor Igbonefo

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR- PSM Makassar memulai memanaskan perburuan pemain menghadapi Liga musim 2018. Selain mencari striker berpaspor Asia, tim berjuluk Ayam …
deklarasi danny-indira

Ada Obama di Deklarasi Danny-Indira

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Bahar Ngitung (Obama) yang baru saja dilantik sebagai Ketua Tim Pemenangan pasangan bakal calon Gubernur Sulsel 2018, …

Golkar Resmi Usung Ibu Menteri

POJOJSULSEL.com – Partai Golkar resmi mengusung Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa dan ‎Bupati Trenggalek Emil Dardak, dalam Pilgub Jawa …
golkar maros, golkar sulsel, musda golkar maros, calon ketua golkar maros, ketua golkar maros, kandidat ketua golkar maros

Kader Muda: Golkar Kalah dari Setnov

POJOKSULSEL.com – Inisiator Generasi Muda Partai Golkar Mirwan Bz Vauly mengatakan, hasil pleno DPP PG menunjukkan bahwa partai berlambang pohon beringin itu …