Putri Mayjend di Panjaitan: Kami Telah Memaafkan, tapi Tidak Melupakan Sejarah

POJOKSULSEL.com – Catherine Panjaitan, putri Mayjen TNI Anumerta DI Panjaitan mengaku sudah memaafkan tindakan yang dilakukan Partai Komunis Indonesia (PKI) terhadap ayahnya. Menurut dia, tidak ada gunanya untuk selalu berdebat mengenai peristiwa keji itu.

“Saya maafin yang membunuh, nggak ada gunanya,” ujarnya saat ditemui dalam acara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Pondok Gede, Jakarta, Minggu (1/10/2017).

Wanita yang sudah paruh baya itu pun bahkan mengatakan sudah bergandengan tangan dengan putra dan putri para mantan petinggi PKI. Yakni, Svetlana, putri Nyoto dan Ilham Aidit anak dari D.N Aidit.

“Aku sudah gandengan tangan sama anaknya Nyoto, begitu juga dengan Ilham (Aidit),” sebut dia.

Kata dia, apa yang dilakukan PKI terhadap ayahnya pasti akan mendapat pembalasan di akhirat nanti. Karena itu, menghakimi mereka bukan menjadi ranah umat manusia.

“Kita mungkin lebih beragama, lebih bergaul, beredukasi, saya percaya ada neraka. Jadi kita takut untuk berbuat yang ke arah neraka,” tutur Catherine.

Kendati demikian, dia menegaskan bahwa sejarah tetap lah menjadi sejarah. “Sejarah itu tak akan kita lupakan, itu sejarah,” pungkasnya. 

(dna/JPC/pojoksulsel)



loading...

Feeds