Pesan untuk Pak Menteri

Ilustrasi

Ilustrasi

PEMECATAN Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menuai polemik. Betapa tidak, dibalik prestasi kepemimpinan Prof. Djaali selaku rektor UNJ berbagai isu negatif juga menyerang. Mulai dari isu plagiat yang di lakukan oleh oknum mahasiswa sampai isu KKN pengangkatan dosen UNJ.

Menurut hemat kami selaku mahasiswa pascasarjana UNJ adalah bahwa perlu mendudukkan persoalan ini dengan pihak UNJ sebelum terjadi citra buruk yang begitu mendalam di mata masyarakat tentang UNJ. Bahwa persoalan plagiat yang sesungguhnya di lakukan oleh mahasiswa adalah kejahatan akademik yang perlu di lawan bersama. Termasuk kalangan dosen dan birokrat kampus pasti tidak setuju perbuatan (plagiat) tersebut.

 

Tapi apakah harus mengorbankan rektor sebagai pucuk dan simbol universitas. Bukankah kejahatan itu sesungguhnya adalah tanggung jawab seorang mahasiswa (oknum/pelaku) atau alumnus (penerima gelar akadekik). Sebagaimana surat pernyataan keaslian (tidak plagiat) yang harus dibuat oleh setiap mahasiswa dalam penyusunan tugas akhir (skripsi, tesis dan disertasi).

Semestinya menteri harus bijak dan tidak asal “pukul” bahwa yang harus menanggung perbuatan plagiat adalah oknumnya (mahasiswa) dan menteri melalui rektor bisa memberikan sanksi baik berupa pencabutan gelar akademik atau pidana kejahatan lainnya.

Jika konsekuensi plagiat di bebankan ke Rektor maka tentu ini adalah bentuk logika Buntu yang diterapkan menteri. Rasanya mustahil seorang Rektor mengurusi dan memeriksa ribuan karya tulis atau tugas akhir mahasiswa yang dalam proses penyelesaikan studi.

Bukankah sejatinya yang paling dekat dengan mahasiswa dan memahami kualitas karya tulis mahasiswa adalah Dosen pembimbing. Artinya kalau ingin mengontrol plagiat tentu yang paling paham adalah dosen pembimbing masing-masing mahasiswa.

Nah, kalau terbukti ada kelalaian dosen dalam tugas akademiknya tentu tidak juga harus se ekstrem pemecatan, melainkan pembinaan dan atau teguran. Bentuknya bisa berupa pembatalan kenaikan pangkat, pengurangan jumlah mahasiswa yang dibimbing, mutasi dan lain-lain yang sifatnya “mendidik”.

Pak menteri yang terhormat, bentuk keseriusan seorang Rektor UNJ setelah mendengar isu plagiat mulai “menyerang” budaya menulis mahasiswa maka rektor dengan tegas beraksi melawan plagiarisme dengan memberlakukan pemeriksaan tugas akhir (karya tulis) berbasis online dengan menggunakan program turnitin.

Perlu pak menteri ketahui bahwa “program Turnitin” itu belum semua perguruan tinggi di Indonesia “berani” menerapkannya termasuk perguruan tinggi yang sudah terakreditasi “A” sekalipun tapi Rektor UNJ termasuk yang berani menerapkan itu.

Juga harus menteri pahami, bahwa program pascasarjana itu memiliki “nahkoda” sendiri. Kenapa tidak kemudian komunikasikan terlebih dahulu dengan pihak program pascasarjana dan masing-masing prodi. Bukankah jika seorang menteri terjerat masalah atau kasus itu tidak serta merta DPR/MPR RI melalukan impeachment terhadap Presiden RI? Begitulah kira-kira analoginya.

Terkait isu KKN dalam pengangkatan dosen, Menteri juga harus bijak. Bukan kah setiap rekruitmen pegawai sekarang sudah model transparan dan melibatkan pusat. Semua orang bebas mendaftar tanpa melihat suku, agama, ras dan asal daerahnya. Menteri juga terlibat melalui pemeriksaaan hasil tes secara transparan.

Penerimaan dosen tentu melihat kompetensinya, jika “pintar” dan layak memenuhi syarat sebagai dosen, siapapun itu jika sangat dibutuhkan oleh kampus untuk pengembangan akademik kedepan pasti akan dinyatakan lulus.

Tentu menjadi dosen adalah hak setiap warga negara yang memenuhi standar kompetensi termasuk keluarga rektor, menteri dan bahkan presiden sekalipun.

Jakarta, 26 September 2017

Andi Fajar Asti, M.Pd.,M.Sc,
(Alumni Pengurus Forum Mahasiswa Pascasarjana UNJ/ Mahasiswa Pascasarjana UNJ/
Ketua Umum Keluarga Mahasiswa Pascasarjana D’Phinisi UNJ)



loading...

Feeds

kesehatan, bahaya obesitas, bahaya kegemukan, penyakit obesitas, obesitas, penyebab obesitas, penyebab kegemukan

Ini 4 Tanda Tubuh Anda Kurang Serat

POJOKSULSEL.com – Memenuhi kebutuhan serat sehari-hari merupakan langkah awal untuk menjaga kesehatan agar tubuh tetap prima. Sebab, kurang serat merupakan …