Ini Sederet Polemik PAN Sulsel Gegara Dukungan di Pilgub Sulsel

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Sebagai pemenang ke 3 Pemilihan legilatif di Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan berhasil merebut 9 kursi untuk kadernya di DPRD Provinsi Sulsel, Partai Amanat Nasional (PAN) menjadi salah satu partai yang sangat seksi untuk didiskusikan jelang Pemilihan Gubernur Sulsel 2018 mendatang.

Ditambah lagi, keseksian PAN yang semakin tampak dengan terciptanya sejumlah Polemik struktural lantaran usungan Bakal Calon Gubernur Sulsel 2018 – 2023. Berikut sejumlah polemik yang menerpa Partai Besutan Wakil Ketua DPRD Sulsel Ashabul Kahfi di Sulsel itu.

 

Dewan Pimpinan Daerah (DPW) PAN Sulsel telah lama mendeklarasikan diri berada di barisan pasangan Balon Gubernur dan Wakil Gubernur, Ichsan Yasin Limpo – Andi Mudzakkar (IYL – Cakka) dalam pesta Demokrasi 5 tahunan di Sulsel itu. Bahkan PAN Sulsel membuktikan keseriusannya bersama kandidat Gubernur pemilik Tag Line ‘Punggawa – Macakka’ dengan menginstruksikan seluruh struktural PAN Sulsel agar tetap berada di garis IYL -Cakka, meski akhirnya, Mantan Bupati Gowa dua periode dan Bupati Kabupaten Luwu itu harus terpaksa ada di jalur pendaftaran perseorangan (Indpenden).

“Kami akan tetap bersama IYL – Cakka,” jelas Ketua DPW PAN Sulsel Ashabul Kahfi saat ditanya soal IYL – Cakka yang kemungkinan akan melalui jalur perseorangan, beberapa waktu lalu.

Namun, lambat laun, Soliditas PAN Sulsel itu seolah olah mudah tergerus zaman, karena sejumlah kader, bahkan secara kelembagaan struktural tampak mulai berbeda Pilihan dengan Pengurus DPW Sulsel yang diketahui sangat getol mendukung pasangan IYL – cakka.

Sejumlah polemik itu bermula, saat beredar isu jika, DPP PAN akan menarik dukungan dari IYL – Cakka dan mengalihkan dukungan ke Bakal Calon Gubernur yang juga merupakan Bupati Bantaeng dua periode, Nurdin Abdullah (NA). DPP PAN melaui Ketua POK DPP PAN, Yandri Susanto mengatakan bahwa PAN telah menarik dukungan ke IYL, dikarenakan Bupati Gowa ini tak mampu mencukupi koalisi Parpol.

“Betul, bahwa PAN awalnya memberikan dukungan ke pak IYL – Cakka, memang memberikan kepada pak Ichsan. Hanya kita ketahui bahwa PAN hanya memiliki sembilan kursi, mestinya cukup sampai 17 sebagai syarat di KPU,” ungkap Yandri saat dikonfirmasi perihal klaim dukungan diatas, Rabu (20/9/2017).

“Jadi yang terjadi adalah Pak Ichsan tak cukup untuk melengkapi koalisi. Sampai hari ini belum dapat, jadi PAN juga melakukan komunikasi, PAN tidak mau tersandera, Kami melihat ia (IYL) belum punya partai koalisi, sehingga kita berikan kepada calon lain yang kita usung itu adalah Nurdin Abdullah,” tutur Yandri yang juga merupakan anggota DPR RI fraksi PAN.

Dengan kejadian ini, PAN semakin terkoyak, tak semua struktural PAN Sulsel ditingkatan DPD menanggapi positif perbedaan pilihan antara DPW PAN Sulsel dan DPP PAN. Sebut saja DPD PAN Sidrap misalnya, yang dengan tegas mengatakan, jika DPW dan DPP PAN punya pilihan masing di Pilgub Sulsel, maka PAN Sidrap pun akan melakukan hal demkian.

PAN Sidrap pun menegaskan akan berbeda Pilihan dalam hal dukungan Balon Gubernur Sulsel 2018 mendatang. Hal itu diungkapkan oleh Ketua DPD PAN Sidrap, Ikhsan Hamid. Ia mengatakan, Jika DPP PAN ke NA, DPW PAN Sulsel ke IYL – Cakka, maka DPD PAN Sidrap akan ke pasangan Bakal Calon Gubernur, Nurdin Halid – Aziz Qahhar Mudzakkar (NH – Aziz).

“Kalau DPP (PAN) akhirnya memberikan dukungan kepada NA (Nurdin Abdullah) dan DPW tetap di IYL-Cakka, maka DPD PAN Sidrap ke NH (Nurdin Halid),” kata Andi Enda, sapaan akrab Ikhsan Hamid di Rumah Kopi Andju Sweetness, Jalan Lanto Daeng Passewang Pangkajene Sidrap, beberapa waktu lalu.

Dukungan ke NH – Aziz dari PAN tersebut, tidak hanya datang dari strutural PAN Sidrap, bahkan Wakil Ketua PAN Bulukumba, Muhammad Idris dengan lantang mendukung pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NH – Aziz. Ia juga sempat berpose salam Sulsel Baru bersama Nurdin Halid di Bulukumba belum lama ini.

“Saya sahabat dan temannya di waktu lampau. Puluhan tahun tidak ketemu. Tapi saya tahu kemampuan kepemimpinan beliau. Pak NH ini sosok yang sangat berani melakukan terobosan. Tangannya selalu bisa menyelesaikan masalah-masalah krusial. Begitu yang saya kenal,” tegas Muhammad Idrus.

Dan yang terakhir, yakni Wakil Ketua DPW PAN Sulsel, Darwis Dudu yang tampaknya juga mulai kepincut dengan sosok Bakal Calon Wakil Gubernur Aziz Qahhar. Bahkan ia menghimbau masyarakat Sulsel untuk memilih pasangan NH -Aziz di Pilgub Sulsel 2018 mendatang.

“Semua calon yang maju tentu baik, tapi figur Ustad Aziz tidak usah diragukan lagi,” ungkap Darwis, saat dihubungi, Selasa (26/9/2017).

“Kesederhanaannya, ibadahnya, sebagai tokoh agama juga. Saya tahu karakter, kesederhanaannya dan sopan santunnya. Saya melihat ini cocok menjadi pemimpin,” sambung Darwis.

Dalam hal nilai keterpilihan, Darwis juga memberikan bukti, suara yang diraut oleh Aziz saat mencalonkan diri sebagai anggota DPD RI, bahkan terpilih hingga 3 periode, “Kalau untuk figur, personal, tidak ada yang kalah. Kita lihat saja ketika pemilihan DPD, tidak ada yang sampai 1 juta suaranya kecuali Ustad Aziz. Padahal tidak ada uang yang keluar,” ujar Darwis.

Itu segelumit polemik Partai berlambang matahari bersinar ini soal usungan pada Pemilihan Gubernur 2018 mendatang. Entah siapa Balon Gubernur yang akan mengendarai PAN nantinya di Pilgub Sulsel? Tentu masih menjadi pertanyaan besar, dan patut dinantikan.

 

(Gunawan Songki/PojokSulsel)



loading...

Feeds

kesehatan, bahaya obesitas, bahaya kegemukan, penyakit obesitas, obesitas, penyebab obesitas, penyebab kegemukan

Ini 4 Tanda Tubuh Anda Kurang Serat

POJOKSULSEL.com – Memenuhi kebutuhan serat sehari-hari merupakan langkah awal untuk menjaga kesehatan agar tubuh tetap prima. Sebab, kurang serat merupakan …